in

Kejar Target 100 Persen Warga Tervaksinasi, Polres Purbalingga Gendong Anak-Anak ke Tempat Penyuntikan

 

HALO PURBALINGGA – Polres Purbalingga gencar menggelar vaksinasi anak berusia 6 sampai 11 tahun, untuk membantu pemerintah mengejar target agar 100 persen warga Indonesia tervaksin pada Maret 2022.

Berbagai kegiatan bertajuk Vaksinasi Merdeka Anak pun digelar di sekolah-sekolah, terutama setingkat sekolah dasar. Seperti Vaksinasi Merdeka Anak, yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Purbalingga, Jumat (7/1/2022).

Dalam kegiatan itu, sejumlah anggota Polres Purbalingga dan Polsek Purbalingga, membantu pelaksanaan vaksinasi.

Berbeda dengan vaksinasi pada remaja dan orang dewasa, dalam kegiatan vaksinasi massal untuk anak-anak ini, personel kepolisian tak hanya melakukan penjagaan dan mengarahkan.

Untuk mempercepat proses, para anggota Polri tersebut juga menggendong anak-anak yang akan divaksinasi, dari ruang tunggu ke tempat penapisan (screening) hingga penyuntikan.

“Vaksinasi tidak hanya dilakukan bagi pelajar di sekolah umum. Namun para pelajar berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa termasuk sasaran pemberian vaksin dari Polres Purbalingga,” kata dia, Kapolsek Purbalingga AKP Nur Susalit.

Disampaikan bahwa tujuan pemberian vaksinasi ini adalah untuk membentuk kekebalan kelompok. Selain itu, mendukung akselerasi vaksinasi anak yang diprogramkan oleh pemerintah.

“Dengan semakin banyak anak-anak tervaksin harapannya mampu mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah termasuk sekolah bagi anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.

Kapolsek menambahkan bahwa vaksinasi anak berkebutuhan khusus di SDLB Purbalingga diikuti oleh 225 anak. Dari jumlah tersebut total 134 berhasil divaksin. Sedangkan 91 anak tidak bisa divaksin karena tidak lolos saat dilakukan screening.

Selain di SDLB Purbalingga, kegiatan Vaksinasi Merdeka Anak, juga dilaksanakan Polres Purbalingga berserta jajarannya di TK Kemala Bhayangkari 16 Purbalingga, Kamis (6/1/2022).

Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan, didampingi Ketua Bhayangkari dan pejabat utama, memantau pelaksanaan vaksinasi anak tersebut. Sekaligus memastikan kegiatan vaksinasi anak dapat berjalan dengan lancar sehingga target jumlah peserta bisa terpenuhi.

Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan, melalui Wakapolres Kompol Pujiono, mengatakan kegiatan vaksinasi merdeka anak.

“Dilakukan vaksinasi bagi seluruh siswa di TK Kemala Bhayangkari Purbalingga. Termasuk putra putri anggota Polri Polres Purbalingga, yang berusia 6-11 tahun,” katanya.

Dijelaskan untuk target pelaksanaan vaksinasi di TK Kemala Bhayangkari adalah 500 anak. Apabila terealisasi, jumlah tersebut mendukung target pelaksanaan vaksinasi anak di wilayah Kabupaten Purbalingga.

“Saat ini masih berlangsung dengan jumlah anak yang sudah tervaksin sebanyak 70 orang. Targetnya hari ini ada 500 anak yang tervaksin,” tegas Wakapolres.

Wakapolres menambahkan agar anak-anak bersedia vaksin kami hadirkan badut polisi dan wayang lalu lintas. Mereka menghibur anak-anak sebelum pelaksanaan vaksinasi. Termasuk disediakan hadiah bagi anak peserta vaksin.

“Vaksinasi merdeka anak ini masih terus dilaksanakan di sejumlah fasilitas kesehatan yang disiapkan kepolisian untuk memenuhi target vaksinasi anak,” kata dia.

Sebelumnya, dalam Rakor lintas sektoral membahas percepatan vaksinasi, Bupati Tiwi minta agar pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun dipercepat.

Rakor lintas sektoral di ruang rapat bupati, Kamis (6/1/2022), diikuti Kapolres Purbalingga, unsur TNI, Lanud, Batalion, Kepala Dinas Kesehatan, Kalakhar BPBD dan OPD terkait lainnya.

Lebih lanjut Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan percepatan pada vaksinasi anak ini, akan mendorong persentase cakupan vaksin secara keseluruhan. Pasalnya Pemerintah Pusat menargetkan, seluruh warga Indonesia 100% telah tervaksin pada bulan Maret 2022 mendatang.

“Saya minta semuanya saling bersatu menyamakan persepsi dan langkah agar akselerasi vaksinasi anak ini bisa rampung lebih cepat,” pinta Bupati Tiwi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Tri Gunawan Setyadi, menjelaskan semua sekolah saat ini sudah mengadakan PTM 100%, sehingga memudahkan pelaksanaan vaksinasi anak. Bahkan Dinas Pendidikan bersama puskesmas-puskesmas sudah membuat jadwal untuk vaksinasi di sekolah utamanya Sekolah Dasar (SD). Setidaknya ada 481 SD/PAUD yang sudah mengajukan ijin PTM, dan sebanyak 77 SMP semua sudah mengajukan dan sudah mulai melakukan PTM.

“Meski demikian tidak semua para siswa ini masuk secara bersamaan, karena sesuai aturan protokol kesehatan harus diisi maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas. Sehingga anak dibagi dua kali pertemuan. Jam 07.30 – 09.30 WIB  masuk 50%, yang separuh masuk jam 09.30 – 11.30 WIB.” jelasnya.

Jadwal dua shift ini membuat petugas vaksinator dari puskesmas harus dua kali ke sekolah yang sama untuk melakukan vaksinasi. Oleh karenanya Dinas Pendidikan akan menjadwal ulang agar mempercepat pelaksanaan vaksin anak.

Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan SIK MH mengatakan, pihaknya bersama Kodim, Batalion, dan Lanud siap membantu mobilitas anak sekolah. Pihaknya minta agar beberapa sekolah dalam satu desa dijadikan satu lokasi pelaksanaan vaksin.

“Kami punya kendaraan, ada dua buah bus, Batalion 406 juga memiliki beberapa truk. Saya usul agar beberapa sekolah yang berdekatan dijadikan satu titik atau satu sekolah saja. Ini akan lebih efisien. Kami akan membantu mengangkut anak-anak,” tutur Kapolres Era Johny.

Sekolah-sekolah yang berdekatan akan dijadwal ulang untuk dijadikan di satu titik sekolah. Dinas Pendidikan segera membuat surat persetujuan orang tua untuk pelaksanaan vaksinasi anak. (pur,HS-08)

Revisi Perda Nomor 20 Tahun 2003, Komisi D DPRD Jateng Berkonsultasi ke Kementerian LHK

Lepas 419 Jemaah Umrah, Kemenag: Patuhi Aturan di Indonesia dan Arab Saudi