HALO KEBUMEN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf / Baparekraf), menetapkan Kabupaten Kebumen menjadi Kabupaten Kreatif Indonesia tahun 2022.
Penghargaan dianugerahkan oleh Menparekraf / Kepala Baparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, baru-baru ini, kepada Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, dalam kegiatan Semarak Jejaring Kabupaten / Kota (Semarak Jejakk) Kreatif Indonesia, di Kawasan Kota Lama, Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya Kebumen, ada delapan kabupaten / kota lain di Indonesia yang mendapat penghargaan kabupaten / kota Kreatif Indonesia.
Kebumen mendapat penghargaan Kabupaten Kreatif Indonesia Subsektor Film Animasi dan Video.
“Sebagai salah satu jejaring kabupaten / kota Kreatif Indonesia, saya kira dan harapan kita bersama ke depan Kabupaten Kebumen bisa naik kelas menjadi bagian dari UCCN (UNESCO Creative Cities Network-Red),” ujar Sandiaga, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Sandiaga menjelaskan bahwa kabupaten / kota kreatif, menjadi embrio awal dalam membentuk kota kreatif dunia, yang mampu membawa perubahan dan peningkatan sektor ekonomi kreatif ke kancah Internasional.
Menurutnya, Kemenparekraf ditunjuk oleh Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU) ingin mendorong lagi lebih banyak kota-kota kita yang masuk creative cities of network. Tidak hanya Kebumen, dan kota-kota lain.
“Kebumen sudah resmi menjadi kabupaten / kota Kreatif Indonesia, dan saat ini satu-satunya di Jawa Tengah di jalur Subsektor Film Animasi dan video. Harapannya tentu dengan penghargaan ini di Kebumen lebih banyak lagi melahirkan kreator-kreator seni dalam dunia perfilman,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Arif Sugiyanto menyatakan, dengan penghargaan ini menjadi bukti karya anak-anak muda Kebumen semakin dikenal dan diminati banyak orang. Hal ini ditandai semakin menjamurnya industri perfilman dan animasi di Kebumen.
“Seperti yang telah disampaikan Bapak Menteri Sandiaga Uno, Kebumen ini punya banyak sekali kreator-kreator film yang kerap memproduksi film-film pendek. Ini adalah bagian dari kreativitas anak bangsa yang harus kita syukuri, dan alhamdulillah apa yang telah mereka buat bisa mengharumkan nama baik Kebumen,” terang Bupati.
Bahkan tutur Bupati, Kebumen rutin setiap tahun mengadakan Lawet Muda Film Festival. Perlombaan ini rutin diadakan untuk terus mencari dan mengasah kreatifitas anak-anak muda dalam membuat film-film pendek. Pesertanya juga banyak diikuti dari kabupaten luar.
“Harapannya dengan penghargaan ini bisa mendorong lebih banyak kreatifitas yang muncul dari masyarakat itu sendiri. Bukan hanya di dunia perfilman, tapi juga subsektor lain, dan pengembangan wisatanya, industri UMKM dan lain sebagainnya,” tandas Bupati. (HS-08)