HALO SEMARANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang menanggapi awal Ramadhan tahun 2022 atau 1443 H ini yang kemungkinan bisa terjadi perbedaan.
Ketua PCNU Kota Semarang, Anashom menyampaikan, untuk menetapkan 1 Ramadhan pihaknya masih akan menunggu pelaksanaan rukyatul hilal atau mengamati pada akhir bulan Syaban.
Menurutnya, dari konteks hisab memang sudah diketahui penetapan Ramadhan. Namun, NU tetap menunggu rukyatul hilal yang nantinya dilakukan pemerintah dan para ulama NU.
Biasanya, kata dia, pemerintah menyebar ahli rukyat lebih dari 80 di seluruh Indonesia. Begitu pula NU juga melakukan rukyat di berbagai tempat. Hasil rukyat tersebut nantinya dikumpulkan dan disidangkan.
“Setelah ada pengumuman baru kita bisa menentukan Ramadan. Jadi, prinsipnya kita tetap menunggu rukyatul hilal,” terang Anashom, Kamis (24/3/2022).
Menurutnya, perbedaan hisab dan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan sangat mungkin terjadi. Pasalnya, bulan Syaban dan Ramadan bisa saja 29 atau 30 hari.
“Kalau 30 kok di Syaban berarti istikmal Syaban. Di Ramadan juga bisa 29 atau 30 hari. Itu selalu begitu sejak zaman Rasulullah karena harus melihat hilal. Ilmu pengetahuan itu dinamis sekali,” tambahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1443 H yang bertepatan pada hari Sabtu tanggal 2 April mendatang. (HS-06)