in

Kasus PMK dan LSD di Kendal Menurun

Foto ilustrasi sapi yang sedang diobati.

HALO KENDAL – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kendal merilis bahwa laporan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang hewan ternak sapi di Kendal mulai menurun.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Kabupaten Kendal, Puji Yuwono mengatakan, berdasarkan data per-tanggal 10 Mei 2023, untuk kasus PMK, dari jumlah total 1.451 ekor yang terpapar.

“Dari angka tersebut, 1.175 ekor dinyatakan telah sembuh, kemudian yang mati sebanyak 20 ekor, yang dipotong sebanyak 41 ekor dan dijual sebanyak 108 ekor. Untuk kasus aktif, sampai saat ini tercatat ada 109 ekor,” paparnya, Rabu (10/5/2023).

Sementara untuk kasus LSD, berdasarkan data per-tanggal 10 Mei 2023 total ada 300 ekor yang terpapar. Dari angka tersebut, 264 ekor dinyatakan telah sembuh.

“Untuk yang mati sebanyak empat ekor dan dipotong satu ekor. Untuk kasus aktifnya sebanyak 31 ekor,” imbuh Puji.

Kendati kasusnya menurun, pihaknya terus mengoptimalkan penanganan PMK dan LSD atau penyakit kulit berbentol yang menyerang hewan ternak sapi di Kendal, dengan cara pengobatan dan vaksinasi. Hal tersebut, lanjut Puji, dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi adanya penularan yang kedua kepada hewan ternak.

“Kami tangani dengan melakukan pengobatan bagi ternak yang sakit dan melaksanakan vaksinasi pada ternak yang sehat untuk mengantisipasi adanya penularan kedua penyakit ternak, khususnya di Kabupaten Kendal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dispertan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengimbau kepada masyarakat, supaya waspada dan tidak memasukkan atau membeli ternak dari daerah lain terutama yang masih banyak terpapar kedua penyakit tersebut.

Selain itu, juga mengingatkan kepada peternak, untuk selalu melakukan serangkaian tindakan pencegahan yang dirancang untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular.

“Kepada peternak, kami imbau untuk selalu menjaga kebersihan kandang, menerapkan biosecurity baik lingkungan, peralatan dan personal, serta pemberian pakan ternak yang berkualitas,” ujar Pandu.(HS)

Merayakan Dua Tahun Aplikasi Libas dengan Launching dan Bedah Buku “Libas Pelayanan Polisi Dalam Genggaman”

Jateng Punya Dua Kota Lengkap, Ganjar: Contoh Bagi Kota Lain, Bisa Tuntaskan Masalah Satu Data Indonesia