Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Gempolsewu, Charmadi kepada halosemarang.id, saat dikonfirmasi, Selasa (13/6/2023).
Menurutnya, dari pihak PUPR Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Kendal telah melakukan survei dan melakukan pengukuran untuk rencana pembangunan jembatan.
“Sudah ada survei dan pengukuran lokasi rencana pembangunan jembatan, yang dilakukan PUPR provinsi dan kabupaten. Insya-Allah di tahun ini sudah mulai dikerjakan,” terang Charmadi.
Dirinya berharap, jembatan penghubung menuju Dusun Randusari segera dibangun, sehingga mempermudah aktivitas warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
“Ya harapannya jembatan dapat segera dibangun. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan warga Dusun Randusari dalam beraktivitas sehari-hari,” ungkap Charmadi.
Sementara Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki yang telah meninjau langsung kondisi warga Dusun Randusari yang harus menyebrangi sungai saat akan beraktivitas mengaku, telah meminta kepada pihak Pemerintah Desa Gempolsewu untuk berkirim surat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah malah sudah ada rencana dari Pemprov. Padahal pekan lalu saya meninjau langsung, dan berbincang dengan kepala desa. Saya minta untuk segera membuat proposal dan segera saya ajukan. Baik nantinya dari bantuan provinsi maupun Dana Alokasi Khusus (DAK),” ungkapnya.
“Semoga pembangunan jembatan segera terealisasi dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, khususnya warga di Desa Gempolsewu,” imbuh Wabup Kendal.
Sebelummya, warga Dusun Randusari, Desa Gempolsewu, Wibowo (45) berharap, pemerintah segera membangun jembatan penghubung untuk keluar dan menuju dusunnya.
“Karena selama ini, kami sehari-hari harus menaiki perahu atau sampan penyeberangan sungai, untuk melakukan aktivitas di luar Dusun Randusari. Selain itu, antreannya juga memakan waktu,” ungkapnya. (HS-06).