in

Jaga Kebersihan Lingkungan saat Kurban, Penyuluh Agama Gunakan Eco Enzim

Kurban di Kemenag Medan. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kurban tidak semata menyembelih hewan kurban, tetapi juga tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Hal ini juga yang menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan.

Menurut Penyuluh Agama Islam, Marasakti Bangun, menjaga kebersihan lingkungan menjadi komitmen penyuluh agama dalam kegiatan bertajuk “Qurban Berkah dan Ramah Lingkungan bersama Eco Enzim” itu.

Dalam kegiatan itu, para penyuluh agama memanfaatkan cairan eco enzim untuk membersihkan area pemotongan hewan kurban, sekaligus menghilangkan bau pascapenyembelihan di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Medan, belum lama ini.

Acara ini juga merupakan bagian dari kontribusi nyata, dalam menyemarakkan Hari Lahir Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-3, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Penggunaan Eco Enzim dilakukan dengan menyemprotkan cairan hasil fermentasi bahan organik ke seluruh area pemotongan hewan kurban.

Selain mampu menetralisir bau tidak sedap, cairan alami ini juga efektif membantu membersihkan sisa-sisa proses penyembelihan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Marasakti Bangun menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk edukasi langsung kepada masyarakat agar pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperhatikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Ibadah kurban mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai itu harus diwujudkan pula dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pemanfaatan Eco Enzim, kami ingin menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban dapat dilakukan secara bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Ia menambahkan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan inovasi dan memberikan keteladanan di tengah masyarakat, termasuk dalam mengampanyekan pola hidup sehat berbasis kepedulian lingkungan.

“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata. Penggunaan Eco Enzim ini adalah bagian dari dakwah bil hal yang memberikan manfaat langsung dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

Menurutnya, momentum Harlah IPARI ke-3 menjadi pengingat bagi seluruh penyuluh agama untuk terus meningkatkan kontribusi yang berdampak luas, baik dalam pembinaan spiritual maupun dalam pemberdayaan sosial kemasyarakatan.

“Tema Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzim menjadi ajakan bersama agar masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari implementasi ajaran agama. Bumi yang sehat akan melahirkan kehidupan yang sehat pula,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai inovasi sederhana namun berdampak besar dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang tertib, higienis, dan berwawasan lingkungan.

Melalui gerakan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga pelaksanaan ibadah kurban setiap tahunnya semakin berkualitas, membawa keberkahan, serta selaras dengan semangat mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua. (HS-08)

 

 

Saling Asah dan Asuh, Upaya Bersama Jaga Pesantren di Jateng dari Jerat Kekerasan

Pendaftaran BIB Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni, Kesempatan Masih Terbuka