HALO KENDAL – Salah satu mahasiswi berprestasi asal Kendal, Fika Meyla Amanda yang saat ini masih menempuh di Fakultas Teknik Prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam ajang “Asia World Model United Nations VI” yang diselenggarakan di Bangkok Thailand, 3 – 6 November 2023 mendatang.
Kepada halosemarang.id, Fika mengaku meski telah melalui berbagai tahapan seleksi dan akhirnya dinyatakan lolos mengikuti ajang Internasional tersebut, namun dari pihak penyelenggara tidak menanggung seluruh biaya keikutsertaannya.
“Setelah saya mengikuti rangkaian seleksi, salah satunya bikin essai dan sebagainya itu, akhirnya diumumkan lolos seleksi. Akan tetapi dari kegiatan tersebut tidak menanggung biaya akomodasi, transportasi, dan juga registrasinya. Tapi dibebankan kepada peserta. Jadi dari pihak sana hanya memfasilitasi untuk proposal sponsorship pengajuan kepada daerah maupun perusahaan,” terang mahasiswi semester VII tersebut.
Fika juga mengaku, pernah mengajukan kepada Undip terkait dengan biaya keikutsertaannya dalam ajang tersebut. Namun menurutnya, pihak kampus hanya memberikan bantuan beberapa persen saja. Sehingga dirinya berharap kepada Pemkab Kendal untuk dapat memfasilitasi, baik secara finansial maupun bantuan lainnya.
“Saya berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kendal, untuk dapat memfasilitasi keberangkatan saya, entah secara finansial maupun bantuan lainnya. Karena saya asli warga Kendal, orang tua juga asli Kendal, saya lahir di Sukorejo, sehingga dengan event yang akan membawa nama baik Kabupaten Kendal di dunia Internasional, saya mohon difasilitasi,” ungkap Alumni SMAN 1 Kendal tahun 2020 itu.
Fika juga menjelaskan, ajang Asia Asia World Model United Nations VI tersebut bermitra dengan berbagai organisasi di antaranya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Unicef dan Interpol.
“Kalau untuk ASEAN Regional Forum itu lebih kepada promosi terkait perdamaian dan stability. Kemudian untuk Unicef, yang dibahas terkait kemiskinan dan anak di daerah zona konflik sama negara dengan angka kemiskinan tinggi. Kalau untuk yang Interpol membahas terkait cyber crime atau kejahatan di dunia maya, salah satunya di media sosial. Dalam pertemuan tersebut nantinya peserta juga diharuskan memakai pakaian daerahnya masing-masing,” jelasnya.
Mantan Ketua Forum Anak Kendal 2021 tersebut berharap, apa yang ia sampaikan mendapat tanggapan dan didukung sepenuhnya oleh Pemkab Kendal dengan memfasilitasi biaya akomodasi, transportasi, dan registrasi bagi dirinya. Karena menurutnya, ajang tersebut adalah langkah pertama yang penting dalam perjalanannya untuk berkontribusi pada pemecahan masalah global dan meningkatkan pemahaman tentang diplomasi internasional.
“Harapannya mendapat perhatian dan tanggapan, sekaligus dapat bekerja sama dan berbagi visi ini dengan pihak yang berwenang dan para donatur. Terima kasih sekali lagi atas dukungannya dalam mewujudkan mimpi saya untuk berpartisipasi dalam Asia World Model United Nations 2023 di Bangkok Thailand,” pungkas Fika.(HS)