HALO SEMARANG – Sebuah ledakan besar mengguncang Taksim Square, Istanbul, Turki, Minggu (13/11/2022) beberapa saat sebelum Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terbang ke Indonesia untuk mengikuti KTT G20 di Bali.
Otoritas keamanan Turki, saat ini masih menyelidiki peristiwa yang oleh Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, dipastikan sebagai aksi terorisme itu.
Bom meledak di sebuah kawasan pejalan kaki yang padat, menyebabkan sedikitnya enam orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Ted Regencia, Jurnalis Filipina yang meliput Timur Tengah dan Asia-Pasifik, melalui akun Twitter @tedregencia menggambarkan ledakan keras di Jalan Istiklal, Istanbul itu menyebabkan kepanikan.
Dalam sebuah video yang diunggahnya, terlihat sebuah bola api muncul bersamaan dengan suara ledakan keras dan langsung disusul suara jeritan orang-orang di tempat itu.
Saat itu para pejalan kaki di tempat yang agak jauh dari lokasi, langsung panik, berbalik arah, dan menghindari lokasi kejadian.
“Saya berdoa untuk semua yang tewas dalam ledakan di Istanbul sore ini,” kata dia.
Segera setelah ledakan terjadi, dia berjalan ke luar ruangan untuk mengetahui peristiwa yang tengah terjadi dan mencium bau aroma seperti bubuk mesiu.
“Ketika saya melangkah keluar untuk memeriksa apa yang terjadi setelah mendengar ledakan keras di Istiklal Istanbul, saya bisa mencium aroma kental yang mirip dengan bubuk mesiu,” kata dia.
Sesaat kemudian pasukan keamanan Turki pun dikerahkan ke lokasi. Demikian pula dengan ambulans dan layanan darurat lainnya, yang segera memberikan pertolongan pada para korban.
Sebuah helikopter juga terbang di atas Istiklal, menyusul ledakan yang sangat keras itu.
Penggambaran serupa juga disampaikan Borzou Daragahi dari media berita The Independent, melalui akun Twitter, @borzou miliknya.
Menurut dia, peristiwa itu juga akan merugikan pariwisata Turki yang baru saja bangkit.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam konferensi pers sebelum terbang ke Indonesia untuk menghadiri KTT G20, mengatakan terorisme tidak akan menang di Turki.
“Upaya untuk mengalahkan Turki dan rakyat Turki melalui terorisme, akan gagal hari ini seperti yang mereka lakukan kemarin dan besok,” kata Erdogan, seperti dilansir dari CNA.
Dia juga menegaskan bahwa pelaku terorisme di Turki akan dihukum sebagaimana mestinya.
“Kami yakin bahwa pelakunya akan dihukum sebagaimana mestinya. Salah jika mengatakan ini tidak diragukan lagi serangan teroris, tetapi perkembangan awal dan intelijen awal dari gubernur saya adalah berbau terorisme,” lanjutnya.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri Indonesia, dalam siaran pers mengatakan sejauh ini diperoleh informasi, bahwa sekurangnya 6 orang meninggal dunia dan 53 orang luka akibat kejadian tersebut.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul, menyatakan tidak terdapat informasi mengenai WNI yg menjadi korban.
Namun demikian KBRI dan KJRI terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta komunitas masyarakat Indonesia di sekitar lokasi.
Berdasarkan database, jumlah WNI yang menetap di Istanbul sekitar 500 orang. Namun demikian, lokasi kejadian tersebut adalah salah satu tujuan favorit wisatawan asing, termasuk WNI yang melakukan perjalanan wisata ke Istanbul, Turki.
Kementerian Luar Negeri RI meminta masyarakat Indonesia di Istanbul dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat keramaian, jika tidak ada keperluan mendesak.
Adapun jika mengalami keadaan darurat, agar segera menghubungi otoritas setempat dan Perwakilan RI.
Kementerian Luar Negeri RI, juga mengecam keras aksi serangan bom itu dan menyampaikan duka cita mendalam, atas korban meninggal dan luka-luka. Indonesia berharap mereka yang bertanggung-jawab atas kejadian ini dapat segera ditangkap.
Indonesia juga sangat menghargai keputusan Presiden Erdogan, untuk tetap menghadiri pertemuan G20 di Indonesia, di tengah kedukaan ini. (HS-08)