in

Imbas Corona, Tingkat Okupansi Hotel Turun 30 Persen

Foto iluatrasi hotel di Semarang.

 

HALO SEMARANG – Imbas dengan adanya pendemi virus corona di Indonesia, juga berpengaruh pada sektor bisnis jasa pelayanan perhotelan. Pasalnya, tingkat okupansi atau jumlah keterisian kamar hotel menjadi turun drastis. Termasuk banyaknya kasus pembatalan seluruh acara kantor atau perusahaan, seperti kegiatan meeting yang sudah direncanakan.

Wakil Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Jateng, Bambang Mintosih mengatakan, banyak kegiatan meeting yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, karena ada pendemi corona kemudian dibatalkan.

Diakuinya, sebagian pemesanan memang sudah memberikan uang tanda jadi. Namun itu tentu sangat merugikan pelaku bisnis perhotelan.

“Dengan adanya kondisi seperti ini, semua agenda tersebut terpaksa harus dicancel dulu. Sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata pria yang biasa disapa Benk Mintosih ini, Jumat (20/3/2020).

“Dalam kondisi seperti ini, per hari kamar hotel rata-rata paling terisi hanya 20-30 kamar. Jumlah itu turun, dari yang sebelumnya bisa 100 kamar per harinya. Rata-rata penurunan okupansinya sebesar 30 persen,” katanya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kota/kabupaten untuk memberikan kebijakan berupa potongan pajak dan penundaan pembayaran listrik bagi pelaku bisnis perhotelan.

“Apalagi hal ini sudah ada imbauan dari pemerintah pusat, tinggal implementasi di lapangan seperti apa nantinya. Selain itu kami juga sudah harus memikirkan tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan, karena sudah mendekati Ramadan dan Idul Fitri,” imbuh pria yang juga General Manager Star Hotel Semarang tersebut.

Diungkapkan Benk, rata-rata hotel mengalami defisit keuangan, atau lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Sehingga pemerintah kota maupun provinsi diharapkan bisa segera mengambil kebijakan yang tepat agar kondisi ini tidak makin berat bagi para pelaku bisnis perhotelan.

“Kalau situasi ini terus berlangsung sampai bulan April, tentu sangat berat bagi kami,” tandasnya.

Biasanya, dalam kondisi normal, pada akhir pekan keterisian kamar hotel tinggi.

“Saat ini jumlah hotel berbintang tercatat di PHRI ada 62 hotel berbintang dan 70 non bintang. Hampir semua mengalami penurunan okupansi. Rata-rata memang 30 persen,” tandasnya.(HS)

Penundaan Kompetisi Dimanfaatkan Pelatih PSIS untuk Perbaiki Performa Pemain

Paramount Land Hadirkan Hunian Modern dan Nyaman di Kota Semarang