in

Ikuti Akademi Paradigta Indonesia, 56 Kader Pekka di Kendal Diwisuda

56 wisudawati peserta Akademi Paradigta Indonesia, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Kamis (23/11/2023)

HALO KENDAL – Akademi Paradigta Indonesia (API) menggelar acara wisuda kepada peserta dari lima desa yang ada di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Kamis (23/11/2023).

Koordinator Bidang Pendidikan API Jawa Tengah, Ayu Jayanti menjelaskan, ada 56 peserta yang diwisuda yaitu change maker family atau keluarga pembaharu angkatan ketiga.

“Hari ini dilaksanakan wisuda kepada peserta dari lima desa yang ada di Kecamatan Ringinarum, dengan total wisudawati 56 orang. Prosesi wisuda dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, namun kita melaksanakan offline di sini. Jadi wisuda dilaksanakan serentak di 20 kabupaten dan kota di 11 provinsi di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Kendal,” terangnya kepada awak media.

Ayu menjelaskan, wisuda digelar oleh API bersama Yayasan Pekka (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga), yang mengembangkan inovasi baru yang diberi nama Akademi Paradigta. Dikatakan, API merupakan sebuah pendidikan dan pelatihan terstruktur bagi kader Pekka dan kader perempuan akar rumput lainnya.

“Untuk Pekka di Kabupaten Kendal, dimulai sejak 2016, ada di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Weleri, Gemuh, Ringinarum dan Kecamatan Patean,” jelasnya.

Ayu menambahkan, Akademi Paradigta dirancang sebagai suatu proses pendidikan untuk mendukung kader Pekka dan pemimpin perempuan lainnya di pedesaan dan pinggiran kota, yang lahir dari proses pemberdayaan Pekka dan inisiatif lainnya untuk masuk dalam sistem yang lebih luas di tingkat desa hingga tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau untuk Pekka banyak kegiatannya, sedangkan untuk Akademi Paradigta kita lebih spesifik dalam pengembangan pendidikan,” sebutnya.

Saat ini, lanjut Ayu, sebagian dari para peserta Akademi Paradigta ada yang telah berperan dalam sistem yang lebih luas.

“Untuk materi yang kami ajarkan selama ini adalah terkait dengan pemimpin perubahan keluarga. Mereka dididik selama tiga sampai enam bulan dengan tiga modul. Yang pertama modul kepemimpinan perempuan, yang kedua kepemimpinan keluarga, dan yang ketiga melibatkan masyarakat atau membuat perubahan di desa,” bebernya.

Ayu menyebut proses pendidikan yang terstruktur yang dikembangkan melalui Akademi Paradigta ini diharapkan dapat menjadi akselerasi penyiapan kader-kader pemimpin perempuan komunitas akar rumput yang memiliki visi trasformatif dalam kiprah mereka yang lebih luas di masyarakat.

“Proses wisuda dalam rangka menyerahkan kembali wisudawati kepada desa, untuk mereka berkontribusi dalam pembentukan atau pendirian Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang dicanangkan Kementerian PPA,” bebernya.

Sementara salah seorang Alumni API tahun 2021, dari Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Rohmah mengaku, selama mengikuti API banyak yang ia dapatkan seperti pelatihan dan ilmu.

Diungkapkan, dengan mengikuti API, dirinya bisa mengetahui bagaimana bersikap dan menjadi seorang pemimpin perempuan, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat.

Selain itu setelah mengikuti API, lanjut Rohmah, pelatihan dan ilmu yang ia peroleh bisa disalurkan kepada masyarakat.

“Saat ini saya telah ditunjuk sebagai mentor, dan itu membuat saya bangga. Karena setelah mendapatkan pelatihan ilmu, ternyata pelatihan ilmu bisa saya salurkan. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. (HS-06)

 

Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” Ajak Penonton Nikmati Guyonan Orang Jawa

Polda Jateng Amankan Pria Pemalsu Tiket Piala Dunia U-17 di Solo