in

Ikut Gencarkan Sosialisasi PIN Polio Serentak, Unicef Libatkan Peran Perguruan Tinggi dan Kadin

HALO SEMARANG – Guna menggencarkan sosialisasi program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Serentak di wilayah Jateng, Jatim dan DI Yogyakarta dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Unicef menggandeng peran serta keterlibatan dari perguruan tinggi dan pihak Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Tengah.

Sebab, peran dari perguruan tinggi maupun keterlibatan swastapĺ⁸ seperti Kadin, cukup besar, untuk mengimbau terutama menyasar anak-anak dari para karyawan yang bekerja di lingkungannya agar ikut dalam menyukseskan program imunisasi atau vaksinasi polio yang mulai digelar pada 15 -19 Januari 2024. Dan dilanjutkan pada 19 -23 Februari 2024.

Kepala Kantor Unicef Perwakilan Jawa dan Bali, Arie Rukmantara menjelaskan, pihaknya ingin terus bersama-sama menggencarkan program PIN Polio Serentak dengan menggandeng berbagai komponen masyarakat, baik dari kalangan perguruan tinggi, Kadin, maupun para jurnalis dan influenzer agar mencapai target imunisasi Polio serentak ini.
“PIN Polio serentak, ini merupakan pemberian vaksinasi polio tambahan karena adanya kejadian luar biasa (KLB), yang hanya satu sebenarnya kejadian polio di Jateng, lalu direspon pemerintah mengimunisasi sebanyak 3,9 juta anak,”katanya, disela-sela acara Workshop bertajuk Komunikasi Risiko Dalam Merespon Kejadian Polio di Provinsi Jawa Tengah bertempat di ruang Site Room Kompleks Balaikota Semarang, Rabu (24/1).

Menurutnya, sukses tidaknya atau capaian dari PIN Polio Serentak ini, akan berdampak terhadap penilaian atau kinerja Pemerintah kota/Pemerintah Kabupaten terutama yang telah berstatus sebagai kota layak anak. Apalagi kota Semarang, lanjut dia, tahun 2023 lalu, baru saja mendapatkan penghargaan dengan menyandang kota layak anak yang utama, ini akan terganggu jika dengan cakupan imunisasi yang turun.

Selain dapat mencegah polio, ternyata pemberitaan imunisasi juga bisa mencegah stunting anak. “Kalau tidak lengkap imunisasi, seperti kejadian di Pamekasan Jatim, saat anak sakit tentu asupan gizi yang masuk juga akan menjadi terhambat. Sehingga bisa dicegah salah satunya dengan imunisasi lengkap agar anak tidak stunting,”imbuhnya.

Lalu, ada sekitar 20 juta orang disabilitas, dan beberapa persennya disebabkan penyakit yang bisa dicegah juga dengan imunisasi.

“Diharapkan target pemerintah untuk membuat anak Indonesia sehat dapat tercapai dan kesejahteraan menjadi meningkat karena produktivitasnya juga tinggi,” pungkasnya.

Harry Nuryanto, Ketua Kadin Jateng menyampaikan, Kadin mendukung program PIN Polio agar berjalan baik. Sebab, jika masyarakat atau anak tidak sehat, maka akan berdampak pada produktifitas dan akan menghambat investasi belanja pembangunan.

“Program pemerintah yang melakukan imunisasi secara serentak, Sub Pin Polio, atau vaksinasi bertujuan agar jika terjadi wabah bisa segera diantisipasi. Dan kedepannya generasi penerus bangsa menjadi anak -anak berkualitas. Sehingga kami mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) kebal dari polio, Kadin memanfaatkan melalui jaringan asosiasi seperti para gabungan himpunan pengusaha, di Jateng , pimpinan usahanya, agar imbau usia anak dibawah 8 tahun, ikut sub Pin polio,”paparnya.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Yuniar menjelaskan, tertinggi capaian sub PIN Polio di Jawa Tengah adalah Kabupaten Boyolali, dengan 113,87 persen. “Dan kalau melihat dari kelompok umur belum tercapai target imunisasi umur 0-59 bulan.

“Karena ada kendala misalnya kesibukan orang tuanya bekerja, sehingga kita massifkan untuk jemput bola atau melakukan sweeping dengan mendatangi rumah-rumah warga,” ujarnya, saat menjadi salah satu pemateri Workshop.

Sebagai informasi, pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) menargetkan 8,4 juta anak berusia 0-7 tahun. Adapun rinciannya, Provinsi Jawa Timur sebanyak 4,4 juta anak, Provinsi Jawa Tengah 3,9 juta anak, dan Kabupaten Sleman DIY sebanyak 149 ribu anak. (HS-06)

Pj Gubernur Jateng Dorong Akselerasi Sertifikasi Produk Halal Bagi UMKM

Pemprov Jateng Dorong Pengembangan Transportasi Massal