HALO KENDAL – Para anggota Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JPPPM) berkumpul di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Sukorejo, Kendal dalam rangka Harlah ke-8 JPPPM, Sabtu – Minggu (9-10/12/2023).
Rangkaian acara meliputi, Rakerpus JPPPM, Kopdar Nawaning JPPPM, Halaqoh, Bahtsul Masail Putri ke-4 dan Bazar Pondok Pesantren se-Indonesia. Selain itu juga digelar pernyataan sikap oleh JPPPM dalam mewujudkan pemilu damai.
Ketua Umum JPPPM, Nyai Hanik Maftuhah mengatakan, dirinya menekankan kepada seluruh anggota JPPPM seluruh Indonesia dan di beberapa negara untuk mendukung Pemilu 2024 supaya damai dengan menjaga Ukhuwah Islamiyah.
“Untuk itu, bersamaan dengan momentum harlah JPPPM yang ke-8 atau sewindu JPPPM menyatakan sikap politik sebagai berikut, JPPPM tidak mengarahkan dukungan kepada partai politik manapun, caleg atau capres atau cawapres tertentu,” ujarnya kepada awak media di sela-sela acara, Minggu (10/12/2023)
Kemudian JPPPM mengajak kepada seluruh anggota dan masyarakat Indonesia untuk mensukseskan pemilu damai dan turut serta menjadi bagian yang terus mendorong proses demokratisasi di Indonesia berjalan secara wajar, lancar dan demokratis.
“JPPPM juga berkomiten mengecam segala bentuk politik kekerasan, politik identitas, ujaran kebencian dan politisasi agama,” tandas Nyai Hanik.
Selanjutnya, JPPPM telah mengukuhkan dirinya sebagai jam’iyyah yang fokus pada peran pemberdayaan perempuan pengasuh pesantren dan dakwah dalam tafaqquh fiddin dan membawa kemaslahatan bagi ummat.
“JPPPM mengajak kepada seluruh anggota dan masyarakat Indonesia menjadi pemilih yang cerdas serta mendorong pelaksanaan Pemilu 2024 sebagai pemilu yang damai dan bermartabat sebagai upaya menjaga keberlangsungan pemerintahan dan ikhtiar menjaga NKRI,” tandas Nyai Hanik.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, H Zainut Tauhid Sa’adi kepada awak media mengatakan, JPPPM adalah sebuah organisasi yang diilhami oleh para Mbah Nyai, para Nyai dan juga Ning, dalam rangka untuk mengembangkan pondok pesantren dan silaturahmi antar anggotanya.
“Di mana JPPPM mempunyai peranan penting untuk membangun ekosistem pesantren, supaya ke depannya lebih baik lagi. Hal itu selaras dengan salah satu program Kementerian Agama, yaitu kemandirian pondok pesantren,” ujarnya.
Sehingga, lanjut Wamenag, pihaknya bersinergi dengan JPPPM, supaya pondok pesantren ke depan bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Tentunya sinergitas Kementerian Agama Republik Indonesia dengan JPPPM membawa dampak positif bagi kemajuan dan perkembangan pondok pesantren dalam menghadapi perubahan zaman,” jelas Zainut Tauhid Sa’adi.(HS)