in

Summer School Geokonservasi 2026 Perkuat Geopark Kebumen Menuju Pusat Unggulan di Asia Tenggara

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan sambutan dalam Gala Dinner Summer School Geokonservasi 2026 di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, baru-baru ini. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Gala Dinner Summer School Geokonservasi 2026, menjadi momentum kolaborasi internasional, dalam memperkuat langkah Geopark Kebumen menuju pusat unggulan geokonservasi Asia Tenggara.

Bersama akademisi, mahasiswa mancanegara, dan masyarakat lokal, Kebumen menghadirkan ruang belajar, riset, budaya, hingga inovasi berkelanjutan.

Tak hanya berbagi ilmu, para peserta juga menyerahkan rekomendasi kebijakan (policy brief) oleh perwakilan mahasiswa asal Pakistan, Muhammad Aarif. Rekomendasi itu disampaikan untuk pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Meskipun disusun dalam waktu singkat, naskah tersebut memuat hasil observasi lapangan mengenai pembangunan berkelanjutan, yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal Kebumen.

“Kami berharap apa yang kami rancang dapat menjadi bahan acuan bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” kata Aarif, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Lebih lanjut, Dekan Ilmu Bumi dan Teknologi ITB, Dudy Darmawan Wijaya menekankan adanya empat target besar yang ingin dicapai melalui kegiatan ini.

Selain aspek edukasi, fokus utama lainnya adalah penguatan identitas lokal dan peningkatan ekonomi melalui pariwisata berkualitas.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan Geopark harus mampu memberikan “efek domino” bagi masyarakat bawah.

“Melalui pengenalan warisan geologi yang mungkin satu-satunya di dunia ini, kita mendorong sektor UMKM, kuliner lokal, hingga bisnis travel untuk terus berkembang. Kita ingin daerah ini maju secara fisik, namun tetap lestari secara ekologis,” jelas Dudy.

Sisi diplomasi budaya sangat terasa ketika para peserta mancanegara memberikan kesan mereka selama berada di Kebumen.

Muhammad Saif, peserta asal Pakistan, menyatakan kekagumannya terhadap kepedulian warga dan kekayaan kuliner lokal.

“Untuk pertama kalinya saya mencoba membuat batik, dan itu adalah pengalaman yang menakjubkan. Kami merasa seperti di rumah sendiri di sini,” ungkapnya penuh antusias.

Senada dengan hal itu, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Dr Likha Sari Anggreni, SSos M Soc Sc dalam paparannya mengapresiasi keterlibatan berbagai aktor internasional dalam program ini.

Ia menekankan pentingnya transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan potensi daerah.

Pada kesempatan ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut baik semua masukan dan testimoni tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada ITB dan UNS yang telah memilih Kebumen sebagai laboratorium belajar.

“Terima kasih telah menjadikan kabupaten kami tempat belajar yang menyenangkan. Selamat menikmati santap malam dan alunan budaya kami,” ucap Bupati Lilis. (HS-08)

 

 

Bupati Purworejo Dorong Perempuan Berperan Aktif Jaga Demokrasi

Penantian Puluhan Tahun, Jembatan Langkap–Kramat di Purbalingga Akhirnya Mulai Dibangun