in

Hampir 100 Negara Jadi Pasar Potensial Ekspor Produk Furnitur Jepara

Pj Bupati Jepara, H Edy Supriyanta menerima kunjungan dari delegasi “Indonesia Contigo Amerika Latin dan Karibia”, di Pendopo RA Kartini Kabupaten Jepara, baru-baru ini. (Foto : berita.jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Terdapat hampir 100 negara yang menjadi pasar potensial ekspor produk kerajinan mebel dan ukiran dari Kabupaten Jepara.

Keunggulan kerajinan mebel dan ukiran dari bumi kelahiran perempuan pahlawan nasional RA Kartini ini, juga membuat Jepara mendapat julukan sebagai “The World Carving Center” atau pusat kerajinan ukir dunia.

Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Jepara, H Edy Supriyanta menerima kunjungan dari delegasi “Indonesia Contigo Amerika Latin dan Karibia”, di Pendopo RA Kartini Kabupaten Jepara, baru-baru ini.

Dalam kunjungan tersebut, Pj Bupati didampingi kepala perangkat daerah, Ketua asosiasi industri dan profesi, serta pemilik perusahaan.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan di Jepara.

“Saya harap kegiatan ini dapat menghasilkan kerja sama yang baik, baik dalam bentuk business to business (B2B), government to government (G2), maupun bentuk bisnis lainnya bersama kami di Jepara,” ujar Pj Bupati, seperti dirilis berita.jepara.go.id.

Kunjungan ini merupakan langkah yang signifikan, dalam memperluas jaringan kerja sama Jepara dengan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia.

Diharapkan kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi pengembangan bisnis dan pertukaran budaya antara kedua belah pihak.

Pj Bupati juga mengungkapkan bahwa, Jepara hampir mencapai puncaknya dalam mengekspor produk furniture dan ukir Jepara ke hampir 100 negara, di seluruh dunia.

Pada tahun 2023, total nilai ekspor produk Jepara mencapai 659,2 juta dollar Amerika Serikat (AS), dengan produk furniture dari kayu jati, menyumbang sebesar 302,7 juta dollar AS dari jumlah tersebut.

Dalam keterangannya, Penjabat Bupati menekankan pentingnya ekspor produk furniture dan ukir Jepara sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

“Ekspor produk furniture dan ukir Jepara telah menjadi kebanggaan kami, dan kami berusaha untuk terus meningkatkan penetrasi pasar ke berbagai negara di seluruh dunia,” ungkapnya.

Selain itu, Pj Bupati juga menyatakan komitmen untuk terus mendukung industri furniture dan ukir di Jepara, melalui berbagai program dan kebijakan yang memfasilitasi pertumbuhan industri dan ekspor.

Hal ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Jepara secara keseluruhan.

Delegasi Indonesia Contigo mengakhiri kunjungannya ke Jepara dengan momen istimewa, mengunjungi tapak tilas Raden Ajeng Kartini di serambi belakang dan kamar pingitan yang masih satu atap di rumah dinas Bupati Jepara.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara Jepara dengan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia. (HS-08)

Bupati Meninjau Ruang Kelas Baru Program BRI Peduli “Ini Sekolahku”

Kejar Target Wujudkan Zero Kasus Stunting Baru, Pemkab Rembang Ajak Pendamping Desa