HALO PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Bupati Tiwi) menyampaikan komitmen Pemerintah Kebupaten (Pemkab) Purbalingga, untuk nguri-uri budaya lokal, karena hal itu merupakan bagian dari kepribadian bangsa.
Komitmen itu disampaikan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dalam acara pentas wayang kulit di Lapangan Bojongsari, Purbalingga, baru-baru ini.
Bupati mengungkapkan, nguri-nguri seni dan budaya bukan hal yang mudah, untuk itu pemerintah membutuhkan bantuan dari banyak pihak, termasuk dewan kesenaian.
Keberadaan Dewan Kesenian sebagai wadah resmi para pegiat seni dan budaya, diharapkan bisa membantu pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya lokal Purbalingga.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengajak masyarakat untuk bisa meneladani proklamator RI, Ir Soekarno yang menjadikan seni dan budaya tradisional, sebagai salah satu bentuk kepribadian bangsa.
Menurut dia, sebuah bangsa yang ingin maju, bukan hanya harus berdikari dan berdaulat secara politik, melainkan juga memiliki kepribadian yang khas.
“Indonesia negara yang berkepribadian dalam seni dan budaya, karenanya sejak zaman sebelum sebelum merdeka hingga saat ini, pemerintah terus berupaya melestarikan seni dan budaya,” kata dia, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Bupati Dyah Hayuning Pratiwi optimistis, kecintaan masyarakat Purbalingga pada seni dan budaya lokal masih sangat tinggi.
Terbukti setiap ada pergelaran seni dan budaya, masyarakat Purbalingga pasti berbondong-bondong menonton.
“Artinya masyarakat Purbalingga makin cinta dengan kebudayaan lokalnya. Insya Allah akan ikut menguri-nguri seni dan budaya lokal yang ada di Purbalingga,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Purbalingga, juga menyampaikan ucapan selamat kepada Trisnanto Budidoyo, yang terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Purbalingga periode 2022-2027.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Mas Trisnanto, Dewan Kesenian bisa semakin kompak dan eksis melestarikan seni dan budaya Purbalingga, serta mengajak masyarakat Purbalingga untuk mencintai seni dan budaya lokalnya sendiri karena kalau bukan kita lalu siapa lagi,” kata Bupati.
Bupati juga mengucapkan selamat atas dilantiknya 40 pengurus Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) Kecamatan Bojongsari.
Dia berharap perangkat desa se Kecamatan Bojongsari bisa semakin kompak, seiring sejalan dengan Pemkab Purbalingga dalam memajukan Kecamatan Bojongsari lebih baik lagi.
“PPDRI bisa jadi wadah gendu-gendu rasa teman-teman perangkat desa. Jika ada permasalahan bisa diselesaikan secara bersama-sama. Asalkan ada komunikasi, kebersamaan, keguyubrukunan, dan kekompakan,” ujar Bupati.
Camat Bojongsari Sugeng Riyadi menjelaskan, rangkaian kegiatan pemilihan Dewan Kesenian dan pengukuhan pengurus PPDRI Kecamatan Bojongsari, ditutup dengan pagelaran wayang semalam suntuk oleh Dalang Ki Tejo Asmoro dengan lakon Sesaji Raja Suya.
“Pagelaran wayang kulit ini adalah kolaborasi dari berbagai pihak dalam rangka nguri-nguri budaya, bagaimana agar kesenian wayang yang sempat terkikis bisa eksis kembali,” kata Sugeng.
Hadir dalam acara, Ketua DPRD Bambang Irawan, Anggota DPRD Provinsi Jateng Moch. Ichwan, Ketua Dekranasda Rizal Diansyah, Kepala Dinpermasdes, Ketua Umum PPDRI Purbalingga. (HS-08)