HALO SRAGEN – Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menegaskan peran Kementerian Agama tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Sragen dan Kemenag dalam menjalankan berbagai program strategis.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, dalam acara Pembinaan Kinerja dan Pengendalian Internal Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru dan Tenaga Kependidikan Raudhatul Athfal (RA) / Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, Selasa (27/1/2026) di Gor Diponegoro Kabupaten Sragen.
Pembinaan digelar guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan dan layanan keagamaan.
“Masjid, madrasah, dan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah dan penidikan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan umat. Pemerintah Kabupaten Sragen siap bersinergi untuk mendukung program-program keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Sigit Pamungkas, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Lebih lanjut Bupati Sigit mengapresiasi pelaksanaan pembinaan kinerja tersebut yang dinilainya strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan publik.
“Pembinaan kinerja seperti ini sangat penting untuk memastikan ASN memiliki kompetensi, etika kerja, serta integritas yang kuat. ASN yang profesional adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen Ihsan Muhadi, serta diikuti sekitar 2.800 ASN, guru, dan tenaga kependidikan RA/Madrasah se-Kabupaten Sragen.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ASN sekaligus memperkuat pengendalian internal, disiplin kerja, serta mutu layanan pendidikan dan keagamaan kepada masyarakat.
“Pembinaan ini menjadi bagian dalam menjaga profesionalisme ASN Kemenag agar semakin adaptif, berintegrasi, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi umat,” ujar Ihsan.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sragen memiliki cakupan layanan keagamaan yang luas, meliputi 20 KUA Kecamatan, ratusan lembaga RA dan madrasah, pesantren, serta ribuan rumah ibadah.
Menurutnya, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sragen selama ini telah memberikan dampak positif bagi penguatan layanan keagamaan di Kabupaten Sragen. (HS-08)


