in

Hadiri Peluncuran Program Pohon Cinta, Wabup Semarang : Mereka Menanam Harapan

Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah ikut menanam pohon, dalam kegiatan peluncuran Program Pohon Cinta, yang diinisiasi Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, bersama APRI Kabupaten Semarang. Peluncuran berlangsung di lingkungan MTs Tahfidzul Qur'an Nurul Islam Wonokerto, Kecamatan Bancak, belum lama ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah menekankan menjaga lingkungan, bukan lagi pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, ketika menghadiri peluncuran Program Pohon Cinta, yang diinisiasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, bersama APRI Kabupaten Semarang.

Peluncuran gerakan ini berlangsung di lingkungan MTs Tahfidzul Qur’an Nurul Islam Wonokerto, Kecamatan Bancak, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah menyampaikan apresiasi atas lahirnya gerakan tersebut.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan, di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, berkurangnya ruang hijau, hingga potensi bencana hidrometeorologi.

Melalui Pohon Cinta, masyarakat diajak memahami bahwa nilai-nilai agama juga mengandung pesan kuat tentang menjaga alam sebagai bagian dari implementasi keimanan.

“Ketika pasangan calon pengantin memulai kehidupan rumah tangga dengan menanam pohon, sesungguhnya mereka sedang menanam harapan, komitmen untuk saling menjaga, saling merawat, sekaligus menghadirkan manfaat bagi kehidupan di sekitarnya,” kata dia, mengutip sambutan Bupati.

Ia berharap setiap pohon yang ditanam benar-benar dirawat hingga tumbuh besar sebagaimana sebuah keluarga yang dibangun di atas fondasi iman, kasih sayang, kesabaran, dan tanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Semarang, lanjutnya, menyambut baik gerakan tersebut karena sejalan dengan komitmen daerah dalam memperluas penghijauan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Secara pribadi, Wakil Bupati Nur Arifah juga mengapresiasi inisiatif Kementerian Agama Kabupaten Semarang.

Ia menilai Pohon Cinta menjadi bukti nyata bahwa Kementerian Agama tidak hanya menjalankan pelayanan keagamaan, tetapi juga berkontribusi langsung menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami sangat terbantu dengan program ini. Bayangkan jika setiap hari ada lebih dari 30 pasangan menikah, berarti setiap hari pula ada lebih dari 30 pohon baru yang ditanam di Kabupaten Semarang,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Ia mengungkapkan bahwa sejak mulai diterapkan pada September 2025, gerakan tersebut telah menghasilkan sekitar 6.600 pohon yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Semarang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana apabila dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

“Kami berharap gerakan ini menjadi budaya baru masyarakat Kabupaten Semarang. Bukan hanya menanam, tetapi juga merawat sampai pohon itu tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” katanya.

Wakil Bupati juga mendukung gagasan agar calon pengantin membeli bibit dari pembibit di kecamatan masing-masing sehingga manfaat ekonomi turut dirasakan masyarakat lokal.

Salah seorang calon pengantin asal Dusun Kalisari, Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Mujib Ikhtirom, mengaku antusias mengikuti program tersebut.

Bersama pasangannya, ia menanam bibit alpukat sebagai bagian dari komitmen memulai kehidupan rumah tangga. Menurutnya, gerakan Pohon Cinta memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.

“Saya mendukung program ini karena pohon memiliki banyak manfaat, mulai mengurangi polusi udara sampai membantu mencegah longsor. Harapannya pohon yang kami tanam bisa tumbuh, menghasilkan, dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Melalui gerakan Pohon Cinta, Kementerian Agama Kabupaten Semarang berharap momentum pernikahan tidak hanya melahirkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, tetapi juga melahirkan gerakan sosial yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, menggerakkan ekonomi lokal, dan menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat lintas generasi.

Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, anggota DPRD Kabupaten Semarang Sjaiuchul Hadi, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Nur Edi Susilo, Camat Bancak, Forkopimcam, seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Semarang, para kepala desa se-Kecamatan Bancak, tokoh agama, calon pengantin, keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), masyarakat sekitar, serta guru dan siswa MTs Tahfidzul Qur’an Nurul Islam. (HS-08)

 

Program Pohon Cinta Tanam Jadi Cara Kemenag Hijaukan Kabupaten Semarang

Rp 30 Triliun KUR Belum Tersalurkan, Komisi VII DPR Minta Penjelasan Pemerintah