in

Hadiri Halalbihalal Akbar PWRI, Bupati Blora Kabarkan Jalan Provinsi Tetap Dibangun Walaupun Ada Efisiensi

Bupati Blora, Arief Rohman, saat menghadiri halalbihalal akbar, yang digelar Keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, di pendopo rumah dinas Bupati Blora, baru-baru ini. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman mengabarkan bahwa pembangunan jalan di Blora yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akan tetap berjalan walaupun ada kebijakan efisiensi anggaran.

Adapun dana untuk membiayai pembangunan jalan tersebut, akan diambil dari utang bank sebesar Rp 200 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman, saat menghadiri halalbihalal akbar, yang digelar Keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, di pendopo rumah dinas Bupati Blora, baru-baru ini.

Menurut dia, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil Musrenbang di wilayah eks karesidenan Pati, yang digelar beberapa waktu sebelumnya.

Selain jalan, Bupati Blora juga menekankan swasembada pangan, di mana Kabupaten Blora merupakan lumbung pangan dan produsen beras peringkat enam di Jawa Tengah dan peringkat kedua produsen jagung terbanyak di Jateng.

Kemudian Bupati akan memberi prioritas pembangunan kualitas sumber daya manusia dan salah satu upayanya akan memberikan beasiswa kuliah kepada anak-anak yang telah lulus dari Sekolah Menengah Atas.

Bahkan akan mendirikan perguruan tinggi politeknik Agroindustri di Kabupaten Blora.

Bupati sangat mengharapkan adanya masukan, ide dan gagasan dari para senior yang sudah memiliki pengalaman yang tergabung dalam wadah organisasi PWRI.

“Selamat berkarya nyata semoga kita termasuk umat yang bermanfaat bagi orang lain,” ucap Bupati.

Sementara itu pada saat acara, Bupati Arief Rohman juga memberi tambahan hadiah doorprize berupa dua buah sepeda onthel.

Satu sepeda langsung diundi sebagai hadiah utama dan satunya lagi diberikan kepada H Winarno atas kehebatan menyanyikan lagu tombo ati, yang bisa menyentuh hati para peserta halalbihalal.

Bupati Blora juga menyampaikan persetujuan agar di masa depan, kegiatan halalbihalal 1447 Hijriah keluarga besar PWRI bersama Bupati dan Wakil Bupati, tetap diselenggarakan di pendopo rumah dinas Bupati Blora.

Bupati Blora juga memberi apresiasi positif atas semangat dan loyalitas para pengurus PWRI, untuk menumbuhkan kerukunan dan keguyuban dengan berhasil nguri-uri menyelenggarakan kegiatan halalbihalal atas dukungan berbagai pihak.

Arief Rohman mengungkapkan animo masyarakat untuk menyelenggarakan halalbihalal, tidak terbatas di bulan Syawal tetapi di luar bulan itu masih ada yang mengundang untuk hadir pada kegiatan halalbihalal.

Ketua panitia H Soedadyo, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora, dalam laporannya menyampaikan halalalbihalal 1446 Hijriah sangat istimewa, karena diikuti oleh sekitar 250 orang dari seluruh pengurus PWRI di tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan.

Selain itu hadir sejumlah tokoh, termasuk Ustaz H Sofyan, Asisten Sekda Blora, Ketua KORMI, Ketua Pepabri, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Ketua IPPK, Perwakilan Bank Jateng Cabang Blora, PT BPR BKK Kabupaten Blora, BPR Bank Blora Artha, PT. Blora Patragas Hulu (BPH), PT Blora Patra Energi (BPE) dan paguyuban Setya Rukun.

Dia juga menyampaikan halalbihalal keluarga besar PWRI bersama Bupati ini terwujud berkat dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Saya sampaikan bahwa bapak Bupati membantu sepenuhnya segala kebutuhan dan fasilitas yang diperlukan untuk halalbihalal ini,” kata Soedadyo.

Pada halalbihalal itu juga dibagikan lebih dari 70 buah hadiah doorprize yang terdiri atas 5 buah sepeda istimewa berasal dari bantuan Bupati, Wakil Bupati dan dari Bank jateng Blora.

Sementara doorprize menarik lainya berasal dari PT BPR BKK Blora, BPR Bank Blora Artha, dan dari PT BPH serta berbagai OPD terkait.

H Soedadyo juga mengajak seluruh peserta halalbihal untuk melakukan tepuk tangan lansia ala PWRI, dengan mengikuti akronim 5A, yaitu Awak Waras, Ati Seneng, Awet Urip, Ana Gunane, Ajek Ibadahe.

Menumbuhkan Kerukunan

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya, mengatakan halalbihalal merupakan fenomena keagamaan dan budaya yang ada satu satunya di dunia hanya di Indonesia.

“Kegiatan halalbihalal mampu menumbuhkan kerukunan dan kebahagian bagi umat. Karena terjadi interaksi saling mengulurkan tangan dan melapangkan dada guna saling memaafkan satu sama lainnya,” kata dia mengutip pendapat Prof Dr H  Muhammad Quraish Shihab.

Harapan setiap orang yang berhalalbihalal dapat menjalin silaturahmi sekaligus sebagai momen strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan perekat persatuan dan kesatuan umat.

Bambang Sulistya juga melaporkan kepada Bupati Blora bahwa berdasarkan hasil curhat kepada para pengurus PWRI di Kabupaten Blora mayoritas menginginkan agar dalam kegiatan halalbihalal dapat diciptakan H3.

 

H1 : Harapan bisa bersalaman dan berfoto bersama dengan Bapak Bupati.

H2 : Hiburan yang membuat hati gembira dengan menyanyikan dan mendengarkan lagu populer, nostalgia dan lagu rohani.

H3 : Hadiah doorprize yang bisa menambah semangat dan sebagai pengendali peserta untuk tetap bertahan mengikuti acara halalbihalal sampai selesai.

“Masih dalam bulan Syawal 1446 Hijriah, ijinkan saya atas nama pribadi, keluarga dan PWRI Kabupaten Blora, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan baik dalam bertutur kata maupun perilaku dalam kehidupan sehari hari. Saya tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan ikut mendukung Visi Pemerintah Daerah Sesarengan mbangun Blora untuk mewujudkan masyarakat Blora yang maju, unggul dan berdaya saing,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu H Winarno mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Blora menyanyikan lagu tombo ati yang diawali zikir hasbunallah penolong di setiap kesulitan.

Lantunan vokalnya ternyata mampu membuat suasana berubah jadi syahdu penuh nuansa spiritual dan sebagian peserta terlihat ada yang meneteskan air mata.

H Winarno memang memiliki suara emas karena pernah jadi juara lomba menyanyi tingkat Jawa Tengah.

Selanjutnya hikmah halalbihalalal disampaikan oleh Ustaz Sofyan. Ia membahas tentang tema halalbihalal keluarga besar PWRI bersama Bupati “Saling Memaafkan Untuk Mempererat Kerukunan”

Diutarakan pula peran umat muslim setelah berpuasa bulan Ramadan harus ada perubahan yang nyata seperti puasanya ulat berubah jadi kupu kupu.

“Harus semakin peka terhadap orang lain utamanya kepada orang yang kurang beruntung. Suka bersedekah/berbagi/kepyur baik dalam keadaan sempit maupun lapang, selalu menjaga silaturahmi.

Menjadi umat yang pemaaf dan meningkatnya perilaku yang mulia tidak mudah marah dan tetap mampu mengendalikan diri dalam pergaulan sehari hari.

Ustaz Sofyan mengajak kepada seluruh peserta halalbihalal agar menjadikan hari-hari sebelas bulan ke depan seperti hari hari di bulan Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa predikat manusia takwa harus memiliki ciri-ciri yang tersurat dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 134.

Halalbihalal diakhiri dengan pembagian hadiah doorprize dan bersalam-salaman saling meminta maaf serta swafoto bersama Bupati Blora dengan ekspresi riang dan gembira.  (HS-08)

TP PKK Kabupaten Jepara Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Atasi Masalah Sosial

Buka Job Fair 2025, Bupati Kendal: Tekan Angka Pengangguran dan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan