TEMPE adalah makanan tradisional dari Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasikan menggunakan ragi. Setelah tempe jadi, maka dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan makanan yang lezat.
Salah satu olahan makanan yang berasal dari tempe adalah keripik tempe. Setelah diolah mencadi camilan yang renyah dan gurih, keripik tempe oleh masyarakat di Jawa biasanya dijadikan sebagai pendamping makanan, pengganti kerupuk atau dapat pula dimakan langsung.
Keripik tempe adalah makanan yang terbuat dari tempe yang diiris tipis, kemudian digoreng dengan menggunakan tepung yang telah dibumbui. Biasanya rasanya adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Makanan ini tersebar hampir merata di seluruh Pulau Jawa.
Karena harganya murah menjadikan keripik tempe banyak diminati oleh pelanggan. Hal itu yang membuat para pelaku UMKM rumahan di Kendal banyak yang memproduksi dan menjual keripik tempe.
Salah satunya adalah Agus Riyanto, bersama istri Rusmiyati, warga Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kendal tersebut mencoba memproduksi keripik tempe khas Kendal. Agus sendiri merupakan mantan Kepala Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh.
“Ya setelah lepas, tidak jadi kepala desa, saya bersama istri mencoba memproduksi keripik tempe. Alhamdulillah banyak pembeli dan pemesan,” ungkapnya kepada halosemarang.id, saat ditemui di kediamannya, di Gang Selo RT 4 RW 4 Desa Pucangrejo atau pinggir jalur Pantura Kendal, Minggu (24/3/2024).
Untuk penjualan, Agus membagi dalam beberapa kemasan. Mulai dari menjual per kilogram dengan harga Rp 60.000, kemudian dibagi dalam beberapa paket, yaitu Rp 30.000, paket Rp 15.000 dan paket Rp 12.500.
Dia pun menyebut keripik tempe hasil produksinya yang diberi nama “Meeraos Snack Kripik Tempe” tersebut telah terdaftar dan tersertifikasi halal, serta tinggal menunggu merek dagang.
“Untuk pemjualan biasanya dipasarkan melalui media sosial dan dititipkan di warung-warung sekitar. Kadangkala ada orang yang datang langsung ke rumah untuk membeli dengan jumlah yang besar,” ujarnya.
Agus pun sedikit membocorkan proses cara pembuatan keripik tempenya, dimulai dari menyiapkan bahan tempe yang belum jadi, tepung tapioka dan plastik roll. Untuk bumbunya, bawang putih, ketumbar, garam, msg, kaldu ayam dan air.
Prosesnya, persiapan bahan baku untuk membuat tempe tapioka. Yaitu persiapkan tempe yang belum jadi atau masih berupa kedelai.
“Kalau saya beli di produsen tempe, dan tepung tapioka, dengan perbandingan satu banding satu. Misal tempe satu kilogram, tepung tapiokanya juga satu kilogram. Kemudian tempe dan tepung diaduk sampai rata, bisa menggunakan spatula atau tangan dengan keadaan bersih,” beber Agus.
Setelah tercampur rata, adonan tadi dimasukkan ke dalam plastik roll dengan ukuran lebar 9-10 sentimeter, dan dipadatkan.
Setelah itu plastik dilubangi kecil-kecil, kemudian tempe diletakkan di tempat terbuka dengan suhu ruang dan dengan sirkulasi udara yang baik selama 2 x 24 jam atau lebih.
“Setelah dua hari barulah tempe tadi bisa kita potong. Untuk pemotongan bisa menggunakan pisau dapur yang tajam atau bisa juga dengan pisau potong khusus,” imbuh Agus.
Baru setelah itu, dirinya bersama istri mempersiapkan bumbu untuk proses penggorengan. Semua bumbu diuleg atau blender sampai halus, kemudian ditambahkan air.
“Proses penggorengan. Setelah tempe kita potong-potong dan bumbu kita persiapkan, tahap selanjutnya adalah proses penggorengan, kemudian penirisan dan sampai ke proses pengepakan,” pungkas Agus.(HS)