in

Gelar Sosialisasikan Wajib Belajar Prasekolah, Disdik Klaten Perkuat Akses Pendidikan

Sosialisasi implementasi Wajib Belajar (Wajar), yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, di Pendopo Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2026). (Foto : klaten.go.id)

 

HALO KLATEN – Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, menggelar sosialisasi implementasi Wajib Belajar (Wajar) di Pendopo Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam gerakan Wajar 13 Tahun.

Sosialisasi diikuti peserta dari berbagai unsur, di antaranya koordinator wilayah pendidikan, kelompok kerja kepala sekolah (K3S) SD, paguyuban kepala desa, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), serta Bunda PAUD desa se-Kabupaten Klaten.

Kepala Disdik Klaten, Agus Setyawan Prasetyoko, mengatakan sosialisasi tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menetapkan program wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu prioritas nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman mengenai pentingnya satu tahun pendidikan prasekolah semakin meningkat.

“Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan PAUD sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Klaten,” ungkap Agus, seperti dirilis klaten.go.id.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi dukungan pada perluasan akses pendidikan anak usia dini.

Data dari Disdik Klaten menyebutkan saat ini terdapat 1.407 satuan PAUD. Dari perkiraan sasaran sekitar 35.000 anak pada tahun 2026, sebanyak 30.990 anak telah tertampung dalam layanan pendidikan, sedangkan 4.369 anak lainnya masih belum terlayani.

Selanjutnya Disdik Klaten akan berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk memastikan anak-anak usia prasekolah mendapatkan layanan pendidikan.

Sementara itu, perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten, Marwati Edy Sasongko dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlak mulia.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk dalam kemampuan berpikir, berbahasa, bersosialisasi, serta pembentukan karakter.

“Melalui pendidikan PAUD, anak tidak hanya dipersiapkan untuk mengenal huruf dan angka, tetapi juga untuk mengembangkan kemandirian, kemampuan berkomunikasi, kebiasaan hidup sehat, sikap saling menghargai, serta kesiapan belajar sesuai tahap perkembangannya,” kata dia. (HS-08)

 

 

TP PKK Temanggung Ajak Remaja Kenali Diri dan Pahami Kesehatan Reproduksi

Boyolali Job Fair Inklusi 2026 Buka Ribuan Loker Bagi Masyarakat Umum Dan Penyandang Disabilitas