in

Gelar Peningkatan Kapasitas Perkumpulan Bhakti Praja, Bakesbangpol Kabupaten Blora Minta Masukan Mantan Legislator

Kegiatan peningkatan kapasitas Perkumpulan Bhakti Praja Blora, baru-baru ini di Resto Dolan Kampung Samin Jl Blora-Randublatung Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blora menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Perkumpulan Bhakti Praja Kabupaten Blora, Jumat (25/4/2025).

Kegiatan itu dilaksanakan di Resto Dolan Kampung Samin Jl Blora-Randublatung Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Blora.

Acara mengusung tema “Peran Bhakti Praja Dalam Pembangunan Sesarengan Mbangun Blora Maju dan Berkelanjutan” .

Kegiatan tersebut dirangkai dengan halalbihalal 1466 H oleh mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dalam sambutan Kepala Bakesbangpol Blora, Sujianto, menginformasikan bahwa kegiatan pertemuan itu, semula akan diselenggarakan di Malang.

Namun karena ada kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat, akhirnya dilaksanakan di Resto Dolan Kampung Samin, di Blora yang baru-baru ini dibuka.

Sehingga suasana serba baru itu sangat diharapkan mampu memberi inspirasi dan motivasi baru bagi para senior mantan anggota dewan yang terhormat.

Apalagi suasana pertemuan berlangsung penuh nuansa kekeluargaan,kegembiraan dan kekompakan.

Di samping itu Sujianto sangat berharap masukan, ide dan gagasan dari para mantan anggota dewan yang tergabung dalam organisasi Perkumpulan Bhakti Praja Kabupaten Blora.

“Masih dalam bulan Syawal izinkan saya atas nama pribadi dan Bakesbangpol Blora untuk menyampaikan ucapan permohonan maaf lahir dan batin atas segala kesalahan baik ucapan maupun tindakan selama kita bergaul.Semoga kita semua menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga,masyarakat,bangsa dan negara,” kata Sujianto.

Ketua Perkumpulan Bhakti Praja, HM Kusnanto yang juga mantan Ketua DPRD Blora, mengawali sambutan dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana.

“Karena walaupun kita ini sudah menjadi mantan DPRD tetapi masih memiliki semangat untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan upaya memberi pencerahan dan menyampaikan aspirasi yang berkembang di masyarakat kepada Pimpinan kepala Daerah dan Pimpinan DPRD,” kata HM Kusnanto.

HM Kusnanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Bakesbangpol Blora yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti pertemuan semacam ini yang memberikan kesempatan untuk menambah wawasan kebangsaan dan bisa bersilaturahmi dengan teman teman seperjuangan.

Bahkan seperti suasana reuni dan kangen kangenan sambil mengenang suka duka menjadi wakil rakyat.

“Guyonan yang membuat kita tertawa lepas dan membuat kita sehat.Apalagi kegiatan ini dikolaborasikan dengan halalbihalal,” ungkapnya.

Menurutnya, mungkin satu-satunya perkumpulan mantan anggota dewan di Indonesia yang memperoleh kesempatan istimewa ini untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara pragmatis untuk menghibur diri.

HM Kusnanto juga sangat berharap agar para mantan anggota DPRD yang belum bergabung di Perkumpulan Bhakti Praja segera bergabung supaya organisasi ini bisa menjadi besar yang dapat memberi pengaruh nyata dalam berkontribusi positif Sesarengan mbangun Blora.

Ia memberikan wawasan bahwa dalam memajukan organisasi sangat ditentukan oleh 3M, yakni manusia, money dan managemen.

Sementara yang terjadi ketika obrolan di luar acara resmi, para mantan anggota DPRD yang dimotori Bambang Susilo, mantan ketua DPRD Kabupaten Blora, mengungkapkan candaan, bahwa para mantan DPRD ibaratnya seperti perkumpulan para buaya, ada yang “buaya darat”, “buaya laut” dan “buaya sungai”.

“Jangan ditafsir negatif karena buaya di sini merupakan akronim semangat hidup bermasyarakat,” kata dia.

B : Berbuat baik untuk masyarakat tanpa memandang dari asal usul agama dan partai serta latar belakang status sosial, utamakan berbuat baik kepada orang orang yang kurang beruntung.

U : Upayakan sebagai matan DPRD utuk tetap berkarya nyata baik yang bermanfaat kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

A : Aktif membangun silaturahmi kepada berbagai elemen masyarakat.

Y : Yakini bahwa kehidupan ini sudah diatur oleh pemilik langit.

A : Amalkan sesanti bersatu kita utuh dan bercerai kita runtuh.

“Oleh karena itu selalu berpikir positif tentang orang lain dan amalkan iman dalam kehidupan nyata di masyarakat,” tuturnya.

Tausiah halalbihalal disampaikan oleh KH Zaenal Mustofa yang membahas secara lengkap tentang lagu tombo ati.

Menurutnya kalau kita bisa mengamalkan lima hal yang dianjurkan dalam lagu tombo ati dalam kehidupan sehari-hari, hati bisa tentrem dan ayem serta mampu menciptakan suasana guyub rukun paseduluran sak lawase. Agenda kegiatan diakhiri dengan bersalam-salam dan foto bersama. (HS-08)

Ratusan Siswa SMA dan SMK di Blora Ikuti Seminar Akbar Cara Lolos Seleksi Sekolah Kedinasan dan TNI-Polri

Hadiri Rakorda MUI, Bupati Sragen : dari Tanah Inilah Keberagaman Tumbuh