in

Fenomena Hujan Es di Wilayah Semarang dan Kendal, Ini Penjelasan BMKG

Hujan es turun di wilayah Kaliwungu Selatan, Kendal pada Jumat (23/9/2022).

HALO SEMARANG – Fenomena hujan es beberapa hari ini terjadi di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Warga di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang dan Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal pada Jumat (23/9/2022) petang dibuat gempar, pasalnya sekitar pukul 18.00 WIB hingga 19.00 WIB di saat hujan turun dengan intensitas lebat dan kilat menyambar, terjadi hujan es.

Sejumlah butiran es warna putih yang turun berbarengan dengan hujan deras itu membuat warga sontak kaget karena genting rumah warga seperti dilempari batu dari langit. Bahkan di wilayah Kaliwungu, Kendal, warga yang sedang berada di teras rumah melihat kejadian hujan es ini penasaran mencoba mengambil butiran es, sebesar batu kerikil itu.

“Astagfirullah, iya pas hujan es saya pas lagi di depan teras rumah masih melayani potong rambut pelanggan. Sempat gak percaya kalau di Kaliwungu terjadi hujan es, baru lihat kalau ada hujan es di sini,” kata salah satu warga Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Nur (39), Sabtu (25/9/2022).

Fenomena langka hujan juga terlihat setelah direkam oleh salah satu warga, yang memperlihatkan butiran es berjatuhan di jalan bersamaan dengan hujan deras. Bahkan, warga khawatir saking kerasnya butiran es itu membuat kendaraan dan genting rumah rusak.

Fenomena unik ini, sebelumnya juga terjadi di wilayah Jawa Tengah beberapa waktu lalu di Tembalang, Kota Semarang. Kejadian serupa terjadi hujan es di wilayah tersebut pada sore hari.

Hujan es yang terjadi pada Jumat (23/9/2022) juga dirasakan di wilayah Ngaliyan, Podorejo, Kota Semarang. Tepatnya di RW 9 Perumahan Palir Lestari, pukul 19.00 WIB sampai 20.00 WIB, yang juga menghebohkan sejumlah warga malam itu.

Dikatakan salah satu warga, Markoni mengatakan, bahkan atap rumah warga rusak dan pohon bertumbangan setelah dihantam hujan angin dan berjatuhannya butiran es. Akibat hujan es yang terjadi cukup deras sampai membuat genting warga berlubang.

“Sewaktu terjadi hujan es, listrik mati juga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari dokumentasi warganya hujan es banyak yang masuk ke rumah warga dan bahkan sampai menimbuni kasur di salah satu kamar.

Sampai pukul 20.00 WIB ketika hujan mulai reda, pohon-pohon di sekitar RW 9 Perumahan Palir bertumbangan.

Meski demikian, petugas tim BPBD Kota Semarang sudah berdatangan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan pohon tumbang.

Saat dikonfirmasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkan kejadian hujan es atau hail pada Jumat (23/9/2022) malam di Kota Semarang dan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, kejadian bencana hidrometeorologi terlihat dari video dokumentasi warga yang dikirimkan ke pihaknya pada Jumat (23/9/2022) sekitar pukul 19.40 WIB.

“Kronologi kejadian pada pukul 19.40 WIB, hujan intensitas lebat disertai angin kencang dan hujan es,”katanya, Sabtu (24/9/2022).

Penyebab hujan es atau hail ini, berdasarkan analisis cuaca karena kelembapan relatif tinggi didukung dengan nilai indeks labilitas yang kuat mendukung proses terbentuknya awan konvektif di wilayah Kabupaten Kendal.

“Dan dari analisis citra satelit himawari pada pukul 19.00 – 20.30 WIB, menunjukan adanya pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus) dengan suhu puncak awan terendah mencapai kisaran (-80) sampai (-100) °C di wilayah Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Sehingga warga diimbau tetap waspada, mengingat curah hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah terutama wilayah pegunungan yang memiliki faktor lokal yang cukup kuat.

“Kepada masyarakat dan instansi yang terkait agar tetap waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang, serta hujan es pada akhir bulan September 2022. Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada, khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas lebat yang terjadi secara tiba-tiba dengan durasi lebih dari satu jam,” pungkasnya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (25/9/2022)

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan Temui Ganjar Diskusikan Energi Baru Terbarukan