HALO KENDAL – Pemkab Kendal menggelar rapat koordinasi (rakor) pengendalian operasional kegiatan APBD Kabupaten Kendal 2023, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (31/1/2023).
Rakor dibuka Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dan dihadiri Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, Sekda Kendal, Sugiono, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda Kendal, para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, serta para Camat dan Kepala Puskemas se-Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal mengatakan, jika anggaran yang telah dikeluarkan dapat menjadi evaluasi apakah sudah memberikan dampak baik hasil pembangunan dan secara langsung ke masyarakat.
“Pada triwulan IV ini perlu saya sampaikan, yang saat ini kita evaluasi adalah hasil yang diperoleh apakah sudah memberikan dampak baik hasil pembangunannya dan juga dampak ke masyarakat. Jadi outcome ini sangatlah penting, jika kita sudah baik dalam melakukan penyerapan maka evaluasi dampak itu menjadi sangat penting,” tandas Dico.
Sementara pada tahun 2023 Bupati Kendal mengatakan, terdapat delapan prioritas pembangunan yang akan dikerjakan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kendal tahun 2021-2026.
“Pembangunan di tahun 2023 menitikberatkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi sumber daya manusia yang unggul,” ujar Bupati.
Berdasarkan hal tersebut maka RKPD Kabupaten Kendal Tahun 2023 tema pembangunan adalah “Competitive Kendal” dengan arah kebijakan pembangunan diprioritaskan pada “Optimalisasi SDM di Kabupaten Kendal yang Berdaya Saing, Berkarakter, dan Handal”.
“Adapun delapan prioritas pembangunan, yaitu pembangunan Masjid Agung Kendal, pembangunan GOR, pembangunan objek wisata Curug Sewu, pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau) Boja dan Kaliwungu, pembangunan Pasar Weleri I, pembangunan Kantor Kecamatan Kaliwungu Selatan dan pembangunan Gedung Perpustakaan,” beber Dico.
Bupati juga berharap, semua program prioritas dapat selesai tepat waktu dan pada akhir tahun ini semua selesai.
Untuk itu, melalui rapat yang berlangsung, Dico minta bisa menjadi forum untuk memantau dan mengevalusi pelaksanaan kegiatan dan mencari solusi atas kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Kendal.
“Maka dari itu saya meminta kepada Sekda untuk selalu mengawasi dan melakukan rapat strategis mengenai ini, kemudian setidaknya bulan Maret program strategis sudah mulai bekerja,” tandasnya lagi.
Adapun hasil laporan realisasi keuangan dan fisik kegiatan sampai dengan 31 Desember 2022, untuk realisasi keuangan belanja operasi 89,97 persen, realisasi belanja modal 90,47 persen, realisasi belanja tidak terduga 45,97 persen, dan realisasi belanja transfer 99,88 persen.
“Kemudian untuk realisasi fisik belanja operasi 90,32 persen, realisasi belanja modal 88,91 persen, realisasi belanja tidak terduga 100 persen, dan realisasi belanja transfer 100 persen,” imbuh Dico.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh peserta rakor untuk mendukung seluruh program sesuai dengan visi misi Pemkab Kendal.
Dikatakan, sesuai visi dan misinya saat kampanye dulu, ada dua program unggulan yang saat ini menjadi prioritas pembangunan di desa. Yaitu bantuan khusus keuangan (BKK) dusun dan santunan kematian.
“Jadi kita punya program bantuan keuangan khusus atau BKK untuk dusun Rp 100 juta sampai Rp 300 juta, itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan dusun di desa,” tandas Dico.
“Selain itu, kita punya program santunan kematian sebesar Rp 1 juta, itu juga harus diberikan kepada keluarga yang berhak. Jangan sampai ada yang tidak menerima santunan tersebut,” imbuh Bupati. (HS-06).