HALO KENDAL – Revitalisasi Alun-alun Kaliwungu untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kendal. Untuk itulah, para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Pasar Sore Kaliwungu dipindah di tempat sementara.
Hal ini dilakukan sambil menunggu pembangunan shelter yang akan digunakan untuk para pedagang kaki lima.
Namun, tempat sementara para pedagang Pasar Sore Kaliwungu yang sekarang ditempati untuk berjualan dikeluhkan para pedagang. Karena kondisinya tidak layak.
Hal tersebut yang membuat para pedagang kaki lima di Pasar Sore atau eks Alun-alun Kaliwungu meminta agar segera pindah di bangunan shelter yang sudah dibangun, meski pembangunannya belum selesai.
Seperti diungkapkan salah seorang pedagang, Farichin, yang berharap bisa pindah secepatnya ke shelter. Menurutnya, lokasi sementara yang sekarang, kondisinya kumuh dan becek, sehingga pembelinya berkurang.
“Penginnya ya pindah secepatnya, karena lokasi di sini kan jalannya becek, sehingga pembeli enggan datang ke sini,” ungkap Farichin, Selasa (31/1/2023).
Pedagang lain, Robert, juga berharap bisa secepatnya pindah ke shelter, paling tidak mulai bulan Februari atau paling lambat sebelum Ramadhan sudah menempati shelter.
“Di sini tempatnya becek, sering banjir kalau pas hujan dan kesannya kumuh. Kalau bisa Februari nanti sudah pindah, atau sebelum bulan puasa kami sudah bisa berjualan di shelter,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay saat dikonfirmasi mengatakan, pembangunan shelter belum selesai sepenuhnya.
Namun, dirinya menyebut, para pedagang diperbolehkan menempati shelter pada bulan Ramadhan mendatang, sambil membenahi pekerjaan yang belum selesai, seperti saluran air dan penataan lingkungannya.
“Pembangunan shelter memang belum selesai seluruhnya. Kita masih membenahi dan melengkapi beberapa prasaran. Tapi pada Ramadhan nanti, sesuai arahan pak Bupati, pedagang sudah boleh masuk ke shelter,” ujarnya. (HS-06).