in

Dua Tahun Belajar Wayang Golek, Warga Jepangrejo Blora Ini Kini Mulai Penuhi Order Mendalang

 

HALO BLORA – Berbagai pembatasan pada masa pandemi Covid-19 tak membuat Sampan, warga Dukuh Jasem, RT 03 RW 05,  Desa Jepangrejo.

Dia pun memanfaatkan situasi serbasulit selama dua tahun tersebut, untuk belajar dan mendalami pengetahuan tentang wayang golek.

Kini ketika angka kasus Covid-19 cenderung melandai dan masyarakat kembali bebas beraktivitas, dia pun mulai mendapat banyak order untuk mendalang, termasuk pada acara puncak perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di desanya.

Warga Dukuh Jasem, RT 03 RW 05,  Desa Jepangrejo itu tampil di halaman kantor desa.

“Cerita atau lakon yang saya tampilkan, adalah Iman Suwongso. Ini cerita Menak,” ucap Sampan sebelum tampil.

Sampan yang kini sudah berusia lebih dari setengah abad itu, menuturkan untuk bisa pentas, dia membutuhkan seperangkat alat wayang golek. Namun disayangkan, selama ini dia belum memiliki peralatan tersebut dan masih harus pinjam kepada orang lain.

“Saya belum punya wayang sendiri. Ini pinjam wayang golek milik Pak Sutaji,” kata dia.

Meski demikian dirinya mengaku tidak patah semangat dan akan terus berusaha untuk mendalang.

“Saya menyadari, keberadaan wayang golek tergeser oleh wayang kulit. Tapi ini salah satu ikhtiar saya untuk ikut melestarikan seni budaya,” terangnya.

Menurut Sampan, cerita pada wayang golek (Menak), tidak sekadar tontonan, tetapi sebagai tuntunan dan tatanan kehidupan.

Dalam golek (Menak), hampir semua tokohnya mengenakan gamis dan baju lengan panjang. Dari sini terlihat pengaruh kultur Islam yang sangat kental.

Pertunjukan dimulai setelah Kepala Desa Jepangrejo, H Sugito menyerahkan tokoh wayang golek kepada dalang Sampan.

Harapannya, pertunjukan wayang golek bisa berlangsung sukses hingga akhir cerita.

Tarian

Sebelumnya, pada malam resepsi peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Desa Jepangrejo, ditampilkan aneka tari klasik/kreasi serta gerak lagu dari TK dan SD setempat secara bergiliran.

Kepala Desa Jepangrejo, Sugito dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari semua warga masyarakat, sehingga rangkaian peringatan HUT ke-77 RI bisa berjalan lancar.

“Siang tadi sudah dilaksanakan karnaval, meriah, pesertanya mencapai ribuan. Atas nama Pemerintah desa Jepangrejo, saya sangat menyampaikan apresiasi serta mohon maaf jika ada yang tidak berkenan,” beberapa waktu lalu.

Pihaknya berharap agar semangat gotong-royong seperti yang dilakukan pada karnaval terus dilestarikan dan dijaga untuk sesarengan mBangun desa Jepangrejo. (HS-08).

Ganjar Serahkan Penghargaan Perusahaan Terbaik di Jawa Tengah

Presiden Jokowi Sebut Pemekaran Wilayah di Papua Aspirasi Warga