in

Dinkes Kota Semarang: Pemeriksaan Antibodi Bisa Dilakukan Sesudah Vaksin Covid Lengkap

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh. Abdul Hakam.

HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta kepada dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk melakukan pemeriksaan antibodi. Hal ini untuk mengetahui wilayah mana saja yang memiliki antibodi tinggi, usai dicabutnya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Dinas Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan, pemeriksaan antibodi ini memang telah diminta Kemenkes untuk mengetahui wilayah mana saja yang sudah memiliki antibodi tinggi. Antibodi tinggi ini akan didapatkan setelah vaksinasi Covid-19 sudah dijalani secara lengkap.

“PPKM memang sudah dicabut tapi pandemi belum usia, maka Kemenkes akan melihat antibodi masing-masing wilayah. Jika antibodi tinggi artinya sasaran vaksinasi di wilayah tersebut juga tinggi, jika ada mutasi virus maka akan mudah mengatasinya,” terang Hakam, Rabu (18/1/2023).

Hakam menambahkan, vaksinasi booster pertama di Kota Semarang sudah mencapai angka 68 persen. Sementara, vaksinasi booster kedua yang masih diprioritaskan untuk lansia baru mencapai 37 persen. Memang selain tetap menerapkan protokol kesehatan terutama penggunaan masker di dalam ruangan serta menghindari banyak kerumunan, Hakam juga meminta warga Kota Semarang untuk melakukan vaksinasi.

“Vaksin ini bisa mengurangi resiko gejala jika terpapar dan barrier utamanya tetap penggunaan masker. Paling tidak dengan memakai masker jumlah virus yang masuk tidak banyak. Tapi jika diluar dan sendirian atau tidak banyak orang boleh melepas masker,” paparnya.

Hakam menyebutkan, sentra vaksinasi di Kota Semarang masih tersebar di 16 Puskesmas dan Public Safety Center (PSC) yang lokasinya berada di sebelah Rumah Dinas Walikota yang ada di kawasan Manyaran. Hingga saat ini jumlah ketersediaan vaksin di Kota Semarang masih sekitar 5.000 dosis dengan jenis pfizer.

“Rumdin (rumah dinas) memang sudah kita tutup tapi kita geser ke PSC dari jam 14.00-21.00, kalau paginya bisa ke Puskesmas Manyaran sampai jam 14.00,” jelasnya.

Hakam memaparkan jika tubuh sudah mendapatkan vaksin, maka ketika ada virus baru terdeteksi maka tubuh akan bisa segera merespon dan bisa mengurangi resiko yang lebih berat. (HS-06)

Kota Semarang Jadi Jujugan Wisatawan, Dewan Imbau Pengelola Wisata Berikan Pelayanan Terbaik

Satu Rumah Huni di Sekayu Semarang Terbakar, Warga Duga Penyebab Karena Tabung Gas Bocor