in

Dikira Aman, Warga Kendal Ini Mengaku Saldo Tabungan Belasan Juta Dikuras Hacker

HALO KENDAL – Setelah beberapa hari lalu menjadi korban dari aksi phishing yang diduga disebar melalui pesan singkat di group dalam aplikasi Whatsapp, Wahyudi, warga Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, mengaku uang yang berada di tabungan berjumlah belasan juta rupiah raib dikuras hacker.

Wahyudi sendiri tidak menyadari, jika uang yang ada di dalam e-banking miliknya dibobol hacker. Pasalnya, pada hari Jumat (7/7/2023) saat dirinya yang waktu itu mengetahui nomor ponselnya sudah terkena hacker akibat mengeklik tautan undangan berbentuk PDF, langsung mendatangi pihak bank untuk melakukan pemblokiran.

“Ya taunya sudah aman, karena saya mendatangi bank dan sudah saya mintakan untuk diblokir dan minta diganti. Itu saya lakukan, karena waktu itu saya baru sadar kalau nomer HP saya sudah dihacker, karena saya tidak bisa membuka aplikasi Whatsapp,” ungkapnya, Selasa (11/7/2023).

Namun Wahyudi kaget, pada hari Senin (10/7/2023), dirinya mendapatkan laporan, jika ia melakukan transaksi transfer sejumlah uang ke nomer rekening seseorang yang tidak dikenalnya.

“Yang pertama laporannya uang keluar transfer pada pukul 08.20 WIB, sebesar Rp 7.800.000. Kemudian yang kedua laporannya uang keluar transfer pada pukul 08.21 WIB, sebesar Rp 3.240.000,” bebernya.

Wahyudi berharap pemerintah melalui Kominfo dan penegak hukum lainnya, untuk mengambil langkah tegas. Supaya aksi phishing tersebut tidak membawa korban yang lebih banyak.

“Ya ada yang menyarankan supaya saya melaporkan kepada pihak Polres Kendal, namun belum melapor baru cerita dan dari pengalaman saja. Mudah-mudahan pemerintah maupun penegak hukum bisa menindak secara maksimal. Sehingga bisa mengungkap para hacker yang merugikan dan meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Wahyudi, sekarang juga marak modus yang lebih canggih, yaitu melalui pembayaran QRis. Sehingga saat melakukan pembayaran dengan menggunakan barcode, namun pembayaran tersebut tidak masuk pada rekening yang dituju, melainkan masuk ke rekening si hacker.

Korban sebelumnya Eko, warga Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kendal mengaku, dirinya juga mengalami hal yang sama, uangnya Rp 1,6 juta raib setelah membuka undangan di Whatsapp tersebut.

Dia menceritakan, usai memasukkan nomor handphone miliknya, kemudian ada perintah untuk memasukan kembali. Sehingga sontak membuatnya tersadar bahwa ada dari tautan berbahaya yang baru saja dibukanya.

“Saya juga gak tahu kalau itu buatan hacker. Sebab undangan saya terima dari kontak teman sendiri. Namun pada malam hari saya dikabari teman, kalau HP saya kena hacker dan WA-nya tidak berfungsi lagi. Kemudian HP saya restart. Tapi pagi harinya setelah saya cek saldo di atm uangnya tinggal Rp 50 ribu saja,” ujar Eko.(HS)

Ganjar Gerak Cepat Antisipasi Penyebaran Antraks, Serbu Vaksinasi Ternak

BNI Badminton Asia Junior Championships 2023: Dikalahkan Jepang, Indonesia Gagal Juara