HALO SEMARANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah digoyang isu perpecahan. Hal itu setelah beberaopa pengurus di tingkat daerah mundur dari kepengurusan. Belasan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabuparen/Kota di Jawa Tengah menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota partai.
Pengunduran diri disampaikan perwakilan dari 11 DPD PSI dalam konferensi pers yang digelar di sebuah Rumah Makan di Kota Tegal, Kamis (26/5/2022) sore.
Kesebelas DPD PSI di Jawa Tengah yang hari ini mengundurkan diri yakni dari DPD PSI Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kab. Pemalang, Kab. Purbalingga, Kab. Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Banyumas, Kab. Wonosobo, Kab. Kebumen, Kab. Magelang dan Kota Tegal.
Namun hal itu disangkal oleh Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah, Yuli Zuardi Rais. Jumat (27/5/2022) dirinya segera memberikan klarifikasi terkait kabar mundurnya pengurus dari 11 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI. Menurut Yuli, hanya ada jajaran pengurus dari 4 DPD di Jateng saja yang mundur secara resmi.
“DPD PSI yang menyatakan mengundurkan diri secara resmi hanyalah 4 DPD saja,” kata Yuli dalam keterangan tertulisnya yang diterima halosemarang.id, Jumat (27/5/2022).
Keempat DPD tersebut yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Magelang. Pengunduran diri mereka disampaikan langsung di acara Kopdarwil beberapa waktu lalu.
“4 DPD tersebut sudah ada pengurus penggantinya. Jadi seluruh DPD PSI se-Jawa Tengah telah terisi penuh, siap memenangkan Pemilu 2024,” ucap Yuli.
Yuli mengatakan, situasi dan kondisi yang terjadi di 4 DPD tersebut sebenarnya dalam proses evaluasi serius dan sudah diperingatkan untuk meningkatkan kinerja partai sesuai dengan tugas dan fungsi yang sudah disepakati. Dia mengatakan, 4 DPD tersebut termasuk yang bermasalah secara organisasi.
“Mengenai DPD Kota Tegal dan Kabupaten Tegal yang terjadi adalah pengunduran diri secara personal yang kebetulan yang bersangkutan adalah salah seorang pengurus,” kata Yuli.
“Ketua DPD Kota Tegal dan Kabupaten Tegal serta pengurus lainnya masih solid berjuang dengan PSI,” sambung dia.
Yuli menilai, pengunduran diri 4 DPD tersebut merupakan dinamika politik biasa. Dia memastikan PSI tetap solid.
“DPW PSI menganggap hal di atas merupakan dinamika biasa. PSI tetap solid, hanya riak-riak kecil sebagai dinamika biasa. Kami juga menganggap kejadian ini sebagai ‘seleksi alam’ yang mendewasakan,” ucapnya.
“Dinamika ini justru kami syukuri karena menjadi filter loyalitas dan kesolidan kader PSI di Jawa Tengah, sekaligus menjadi penguat bagi kader-kader PSI Jawa Tengah,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa pada Kamis (26/5/2022) sejumlah kader dan pengurus 11 DPD PSI di Jawa Tengah menyatakan mengundurkan diri.
Adapun 11 DPD tersebut yakni DPD PSI Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Magelang, dan Kota Tegal.(HS)