in

Didatangi Petugas Regsosek, Bupati Karanganyar Beberkan Identitas hingga Kekayaannya

Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima kedatangan petugas Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), di kediaman pribadinya, baru-baru ini. (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono membeberkan identitas pribadi hingga kekayaannya, ketika menerima kedatangan petugas Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), di kediaman pribadinya, baru-baru ini.

Pendataan yang dilakukan mencakup identitas, kepemilikan aset bergerak dan tidak bergerak, penggunaan air minum, listrik, dan internet.

Dalam kesempatan itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono, seperti dirilis karanganyarkab.go.id, mengatakan kegiatan Regsosek ini dilakukan pemerintah, untuk membangun data kependudukan tunggal, atau satu data.

Dengan menggunakan data tunggal, pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih dan lebih efisien.

Hasil data Regsosek, juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas berbagai layanan pemerintah, seperti pendidikan, bantuan sosial, kesehatan, hingga administrasi kependudukan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, bahwa pendataan ini sangat penting, karena hasilnya nanti akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan-keputusan penting.

Sampai hari ini, hingga berakhir pada 14 november, Kabupaten Karangayar sudah mencapai 54 % dari pedataan yang telah dilakukan, atau terbaik nomer 2 di provinsi jawa tengah.

Menurutnya, seluruh petugas sudah bergerak dengan sangat baik. Masyarakat juga terbuka untuk didatangi.

RT, RW, tokoh masyarakat dan tokoh agama, pemerintah desa juga disebutnya berperan cukup signifikan.

Juliyatmono berharap semoga dari sisa waktu yang ada, pendataan yang dilakukan dapat segera diselesaikan.

Sepintas dari hasil yang diterima, ada beberapa ketua RT mengaku bahwa warganya miskin, agar mendapat bantuan uang dari pemerintah, sehingga menghasilkan presepsi yang kurang baik.

Menurut Juliyatmono, sikap tersebut kurang baik, kurang simpatik, dan kurang jujur. Nantinya pemerintah Kabupaten Karanganyar yang akan mengecek langsung antara presepsi tersebut dengan data yang ada.

 

Untuk kasus kemiskinan ekstrem, di mana pendapatan warga masih kurang dari Rp 11 ribu perkapita per hari, Bupati Karanganyar mengatakan bahwa kasus tersebut masih ada di beberapa wilayah di Karanganyar.

Nantinya Pemerintah kabupaten Karanganyar akan mengitervensi dengan program bantuan, untuk mengatasi kasus tersebut.

Dari bantuan yang telah diberikan, masih ada bantuan yang tidak tepat sasaran. Oleh karena itu dengan adanya regsosek diharapkan dapat mengatasi persoalan tersebut. (HS-08)

Baru Dilantik Jadi Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Sholchan Langsung Diperintah Bupati Kejar Nilai OPD

Satpolairud Polres Jepara Lakukan Pengamanan dan Pengaturan di Kawasan Pelabuhan