in

Dewan Minta Ulah Gangster di Kota Semarang Ditindak Tegas

Anggota DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Banyaknya kasus yang melibatkan remaja mulai dari tawuran hingga pengeroyokan yang dilakukan kelompok gangster di Kota Semarang hingga memakan korban jiwa akhir akhir ini ditanggapi oleh Anggota DPRD Kota Semarang, Dini Inayati.

Menurut Dini, ulah gengster yang saat ini dikeluhkan banyak masyarakat menunjukan darurat moral remaja.

“Kalau darurat gengster stigmanya bagaimana menangani yang jadi anggota gengster. Bagi saya, ini kondisinya darurat moral remaja,” ujarnya, Jumat (20/9/2024).

Dia meminta, permasalahan gengster ini untuk bisa ditindak tegas. Sehingga menimbulkan efek jera dari pelaku. Dan cukup krusial, penting, dan sangat mendesak untuk segera ditangani.

“Ini persoalan sumber daya manusia. Rata-rata usia remaja, masih sekolah. Kalau bicara SDM, usia remaja, tidak bisa hanya diserahkan ke kepolisian saja. Bagaimana caranya polisi operasi setiap saat, tidak bisa begitu. Sekarang operasi, setengah jam lagi muncul,” ungkap anggota legislatif dari Fraksi PKS tersebut.

Dia menandaskan, persoalan SDM perlu penanganan bersama dalam pembenahan katakter anak remaja supaya tidak sampai muncul gengster baru. Pertama, kata dia, peran keluarga sangat penting. Keluarga sebagai basis yang mengontrol dan memastikan anak-anak tidak keluar rumah di malam hari.

“Keluarga memastikan anak usia remaja, malam nggak keluar rumah. Demi keamanan anak-anak juga di rumah,” katanya.

Selanjutnya, Dini mengatakan, pihak kepolisian perlu mengintensifkan operasi malam agar memberikan rasa aman dan ketertiban di masyarakat.

Kemudian, pihak dunia pendidikan juga dinilai penting dalam membentuk moral anak remaja.

“Sekolah harus memberikan perhatian khusus. Apalagi, kurikulum merdeka. Pendidik memberikan pendidikan karakter secara serius dan fasilitas cukup memadai,” imbuhnya.

Selain di sekolah, pendidikan lingkungan sangat penting. Dia menyebut, pembentukan karakter dan moral anak tidak bisa hanya diserahkan ke keluarga dan sekolah melainkan juga pengaruh di lingkungan tempat tinggal.

“Lingkungan ini mulai dari pihak kelurahan, organisasi masyarakat, RT/ RW. Jangan cuma memikirkan bagun jalan bagus, talud selesai. Bagaimana program di RW memberikan fasilitas kegiatan, pengarahan, untuk anak-anak seusia remaja supaya mereka memiliki kesibukan positif tidak lari ke gengster,” jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu juga menyoroti kasus pembacokan yang dilakukan gerombolan gangster yang mengakibatkan satu mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang meninggal dunia.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita sangat menyayangkan peristiwa nahas tersebut terjadi akibat ulah remaja yang biasa disebut ‘kreak-kreak’ itu.

Mbak Ita meminta penegak hukum bisa segera menyelesaikan proses penyelidikan serta proses hukum terhadap pelaku.

Dirinya menyebut jika perlu pendidikan karakter untuk membentuk pribadi anak-anak.

“Tentunya kembali lagi, inilah pentingnya pendidikan karakter bagi pelajar di Kota Semarang,” ujar Mbak Ita.

Dikatakan Mbak Ita, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Pemerintah Kota atau Pemkot ingin memberikan penguatan karakter kepada anak didik.

“Pendidikan karakter itu penting. Kami akan berupaya memberikan penguatan karakter dengan mengumpulkan kepala sekolah swasta, kalau di negeri kan sudah ada. Karena pendidikan itu selain secara akademis namun juga perlu pendidikan karakter,” imbuh Mbak Ita.

Seperti diketahui, kasus pembacokan oleh gangster dengan korban mahasiswa telah ditangani oleh pihak kepolisian, pelaku ditangkap setelah sempat kabur ke Subang. Polisi juga mengatakan, jika korban meninggal itu merupakan salah sasaran dari ulah salah satu kelompok gangster di Kota Semarang. (HS-06)

Bertemu DP2K, Yoyok-Joss Minta Saran Pakar Terkait Program

Cerita Chef Dibyo dari Hobi Memasak kini Punya Pengalaman Panjang di Hotel Kelas Atas Milik Negeri Orang