in

Dewan Minta Ada Kejelasan Jangka Waktu Perbaikan Alun-alun Masjid Agung Semarang

HALO SEMARANG – Menanggapi rencana perbaikan Alun-alun Masjid Agung Semarang (MAS) oleh Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang), kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang meminta agar ada kejelasan jangka waktu perbaikan. Hal itu disampaikan Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriansyah, Minggu (30/4/2023).

Dikatakan Febri, sapaan akrab politisi PKB ini, bahwa adanya kejelasan jangka waktu pengerjaan renovasi Alun-alun MAS ini dirasa sangat penting, mengingat Alun-alun yang saat ini sudah menjadi tempat keramaian baru di Kota Semarang. Lokasi ini juga mampu memecah keramaian di pusat kota, tidak hanya di Simpanglima saja. Apalagi, banyak pedagang yang mulai berjualan di pusat kuliner baru dengan menempati sekitar Alun-alun tersebut.

“Jangka waktu rencana perbaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang akan melakukan renovasi Alun-alun harus jelas sampai kapan dikerjakan, apalagi ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Dan kini, Alun-alun MAS sudah jadi pusat keramaian baru bisa memecah keramaian di pusat kota. Alun-alun rencana awal memang diperuntukan untuk menjadi pusat keramaian baru di Kota Semarang agar perekonomian masyarakat juga menggeliat,” terangnya.

Namun, lanjut Febri, ada informasi yang sempat berkembang bahwa pedagang di sana tidak boleh berjualan lagi selamanya. Hal itu karena adanya kesalahpahaman saja, antara pihak pengelola dengan Pemkot Semarang.

“Karena awalnya ada salah paham, Alun-alun tidak boleh untuk berjualan mulai 1 Mei, dari surat yang dilayangkan Pemkot ke takmir MAS. Apalagi sampai kapan batas waktu ditutupnya juga tidak ada,” imbuhnya.

Tapi setelah Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu menemui kiai di MAS dan pengelola yayasan untuk meluruskan informasi tersebut, akhirnya pedagang merasa lebih tenang. Karena sebelumnya memang ada kekhawatiran kalau pedagang tidak diperbolehkan lagi untuk berjualan di Alun-alun. Sehingga tidak dikhawatirkan timbul gejolak di masyarakat.

“Ini kan, ada rencana dari Pemkot Semarang untuk melakukan perbaikan di bagian Alun-alun yang mulai terlihat rusak, namun bagaimanapun harus ada kejelasan waktunya sampai kapan perbaikannya. Misalnya ditutup selama berapa pekan, atau berapa bulan, sehingga setelah itu bisa digunakan kembali untuk aktivitas pedagang. Sehingga pengelola atau yayasan MAS pun tidak salah dalam memberikan informasi kepada pedagang kuliner di sana. Kalau memang butuh waktu proses perbaikan cukup lama, pedagang kan bisa ancang-ancang atau bersiap juga,” pungkasnya.

Salah satu pedagang Alun-alun Masjid Agung Semarang, Widodo mengaku setuju dengan renovasi Alun-alun MAS dari pemerintah kota sehingga bisa makin bagus. Pedagang juga akan mengikuti aturan sementara ditutup selama proses perbaikan. “Biar makin bagus dan kalau hanya sementara ditutup karena ada rencana perbaikan saya nggak masalah. Supaya nantinya pengunjung yang datang bisa lebih merasa nyaman, dan pedagang yang berjualan bisa tambah ramai,” katanya.(HS)

Sekda Kota Semarang: Pendataan Regsosek BPS Akan Berdampak Positif Tangani Kemiskinan

PSIS Lepas Bek Mudanya