in

Sekda Kota Semarang: Pendataan Regsosek BPS Akan Berdampak Positif Tangani Kemiskinan

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminnudin.

HALO SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin berharap kegiatan Forum konsultasi publik (FKP) registrasi sosial ekonomi (Regsosek) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kota Semarang bisa berdampak positif bagi upaya penanganan kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat acara rapat persiapan forum konsultasi publik (FKP) registrasi sosial ekonomi (regsosek) di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, baru-baru ini.

Dikatakan, jika Regsosek mampu memberikan data yang lebih detail tentang figur kependudukan serta memetakan kemiskinan di ibu kota Jawa Tengah. Sebelumnya, telah dilakukan sensus oleh BPS. Hasil sensus tersebut dihitung dan akan dibahas dalam forum group discussion (FGD) oleh BPS.

“Kami berharap hasil yang dikeluarkan akan lebih baik lagi, pasti akan mengeluarkan dampak lebih positif, dampak yang lebih baik untuk penanganan kemiskinan,” papar Iswar.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak hanya sekadadr memberikan bantuan. Namun perlu memberikan skill atau keahlian dengan penadampingan sehingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan.

Dengan adanya satu data ini, dia berharap angka kemiskinan di Kota Semarang akan tervalidasi. Dengan demikian, Pemkot Semarang bisa lebih jitu dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan. Selama ini, pemkot masih berpedoman pada data lama dalam memberikan bantuan sosial.

“Tidak hanya bantuan sosial saja, bagaimana pemetaan itu kita tahu, peta masyarakat kita seperti apa, penduduknya sekian, penghasilannya sekian, dan pekerjaannya apa dan lain sebagainya. Misalnya, pemetaan anak muda. Mereka diberikan pelatihan untuk bisa meningkatkan pendapatan,” paparnya.

Kepala BPS Kota Semarang, Facruddin Tri Ubajani menambahkan, Regsoses sudah dilaksanakan pada 15 Oktober – 14 November 2022 lalu, dan dilanjutkan dengan pengolahan. Pada bulan Mei mendatang, akan dilakaanakan FKB hasil dari regsosek. Nantinya, hasil data akan dikirim ke pemerintah pusat.

“Itu sudah ada prelistnya berdasarkan prosimintes. Ada beberapa variabel yang digunakan untuk mengidentifikasi, keluarga-keluarga itu masuk pada kategori mana, kategori tidak miskin, hampir miskin, miskin, sangat miskin. Setelah FKB nanti, di lapangan ada perpindahan. Yang sangat miskin nanti bisa jadi sebetulnya masuk kategori miskin ataupun sebaliknya,”jelas Facruddin.

Dia juga menjelaskan, regsosek adalah satu data perlindungan sosial. Hingga saat ini, masih banyak dijumpai perosalan terkait kemiskinan. Hasil regsosek itu diharapkan bisa memberikan data terbaru terkait keluarga miskin. Kemudian, data akan diserahkan sekitar Juli atau Agustus mendatang. Lalu, pada September, data siap digunakan oleh pemerintah.(HS)

Hargai Perjuangan Penyebar Agama Islam di Kendal, Haul Wali Gembyang Digelar

Dewan Minta Ada Kejelasan Jangka Waktu Perbaikan Alun-alun Masjid Agung Semarang