in

Dewan Harap Prokes Ketat Pada Tempat Wisata

Suasana di tempat wisata Baturaden Kabupaten Banyumas.

 

HALO SEMARANG – Tetap bukanya destinasi wisata di tengah pelarangan mudik Lebaran tahun ini adalah sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Mukhlis, Jumat (7/5/2021).

Kepada halosemarang.id, Mukhlis menuturkan, dunia pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak dari pandemi Covid-19.

Terdapat banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di dalamnya yang merasakan dampaknya.

“Lantas kalau ditutup total ini menjadi permasalahan sendiri bagi warga di sekitar lokasi pariwisata. Dalam pariwisata terdapat UMKM, ada pelaku-pelaku usaha,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19, dibukanya tempat pariwisata wajib memperhatikan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, ketentuan yang sudah diketuk oleh pemerintah juga dijalankan.

“Menurut saya, tempat wisata yang terdapat di banyak daerah di Jawa Tengah boleh dibuka, tapi dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh masing-masing daerahnya,” ujar Mukhlis.

“Saya pikir kabupaten/kota memiliki aturan sendiri tentang pariwisata yang pada saat pandemi tetap buka,” imbuhnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, adanya ketentuan yang sudah ditetapkan, wajib bagi pelaku pariwisata untuk menjalankan.

“Ketentuan sudah ada, mohon untuk pelaku penyelenggara pariwisata itu mematuhi protokol kesehatan atau aturan yang sudah ditetapkan oleh kepala daerahnya,” katanya.

Masing-masing daerah di Jawa Tengah, lanjut Mukhlis, memiliki angka kasus penularan Covid-19 yang berbeda.

“Jadi silakan, pariwisata bisa buka tapi patuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh kepala daerah baik bupati/wali kota,” lanjut Mukhlis.

Dikatakan Mukhlis, berdasarkan pengalaman, lonjakan penularan Covid-19 terjadi di sejumlah tempat wisata. Hal itu disebabkan wisatawan tidak mengindahkan protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan.

“Berdasarkan pengalaman yang lalu, ketika dibiarkan begitu saja akan terjadi lonjakan. Begitupun yang sekarang ini, jika tidak ketat maka akan terjadi lonjakan kasus, ini yang dikuatirkan pemerintah,” katanya.

Dirinya mengajak, dalam hal ini wisatawan dapat mematuhi protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Untuk para wisatawan mohon juga untuk tidak melakukan kerumunan di tempat manapun, terutama wisata,” harapnya.

Harapannya, pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 H dapat menurunkan tingkat kasus Covid-19.

“Mudah-mudahan pada Lebaran kita dapat menekan pandemi Covid-19,” pungkas Mukhlis.(HS)

ASN di Rembang Harus Sudah Bekerja 17 Mei

Kotornya Lingkungan Kampung Nelayan di Bandengan, Jadi Perhatian Istri Bupati Kendal