HALO KENDAL – Musim kemarau, masyarakat diminta untuk mewaspadai munculnya penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), yang sering muncul akibat sirkulasi virus di udara yang meningkat. Selain itu, perubahan udara dari panas ke dingin seringkali memperlemah daya tahan tubuh, sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Abidin, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/8/2023). Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan data yang dihimpun dari laporan beberapa Puskesmas di wilayah Kendal.
“Berdasarkan data, di bulan Mei terdapat 2.387 kasus, dengan jumlah tertinggi di minggu pertama, kemudian di bulan Juni terdapat 2.670 kasus, dengan jumlah tertinggi juga di minggu pertama, dan di bulan Juli terdapat 3.325 kasus, dengan jumlah tertinggi di minggu ketiga. Sedangkan untuk pneumonia di bulan Mei terdapat 39 kasus, Juni 44 kasus dan Juli 55 kasus,” bebernya.
Abidin menjelaskan, pemicu virus ISPA adalah berbagai yang sering muncul pada musim pancaroba akibat sirkulasi virus di udara yang meningkat.
“Gejala yang ditimbulkan mulai dari nyeri tenggorokan, batuk kering dan gatal, batuk berdahak, sehingga bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia (radang paru) dengan gejala sesak napas. Selain itu juga bisa menimbulkan sariawan, kulit menjadi kering dan gatal-gatal, bahkan bisa muncul penyakit lainnya seperti migren dan dehidrasi,” jelasnya.
Untuk itu, Abidin mengimbau kepada masyarakat dalam mengantisipasi udara panas supaya diperbanyak minum, meski tidak merasa haus. Juga sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari langsung, dengan menghindari aktivitas pada saat jam-jam panas, antara pukul 11.00 pagi sampai pukul 15.00 sore.
“Selanjutnya sering mengkomsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung air, hindari makanan yang berminyak. Kemudian gunakan pakaian yang menyerap keringat dan berwarna cerah, jangan yang warna gelap, serta konsumsi suplemen vitamin, supaya tubuh kita tetap vit,” papar Abidin.
Sementara Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo di sela-sela Rakor Lintas Sektor Bidang Kesehatan, Selasa (29/8/2023) mengatakan, untuk penyakit ISPA berdasarkan laporan dari dua puskesmas di kecamatannya, ditemukan total 345 kasus. Terdiri dari 100 kasus di Puskesmas Weleri 1 dan 245 kasus di Puskesmas Weleri 2. (HS-06)