in

Cegah Bencana Kemanusiaan, PMI Fokus Perhatikan Anak dan Remaja

Suasana kegiatan Coffe Morning di Aula lantai 4 gedung UDD PMI Kota Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, dr Awal Prasetyo mengajak masyarakat untuk mencegah bencana kemanusiaan. Ia menyebut, persoalan kemanusiaan yang ditangani PMI bukan pada persoalan penyediaan darah dan bencana alam saja.

“Kita semua paham bahwa PMI itu bukan donor darah saja, tapi donor darah itu bagian dari aspek kemanusiaan,” kata Awal dalam Coffe Morning di Aula lantai 4 gedung UDD PMI Kota Semarang, Rabu (12/7/2023).

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini lantas mengatakan, program Bulan Kemanusiaan atau kegiatan Bulan Dana model PMI Kota Semarang yang berlangsung pada Juli-September 2023. Ia jelaskan, kegiatan tersebut mengambil tema perhatian pada anak-anak.

“Dalam tiga bulan ke depan ini kami mengajak teman-teman semuanya untuk fokus pada humanity for children and youth,” ungkapnya.

Menurutnya, perhatian PMI pada kemanusiaan sangat luas, tidak terbatas pada bencana alam dan donor darah, namun termasuk pula memberikan perhatian kepada anak-anak agar belajar memahami persoalan kemanusiaan. Sebab, lanjutnya, ketika anak tidak mendapat perhatian sehingga mencari sendiri. Akibatnya kriminalitas berbasis anak meningkat.

“Itu juga salah kita, salah PMI juga hanya fokus di darah dan bencana. Bukan kemanusiaan secara luas,” paparnya.

Ia lantas menerangkan, kegiatan kemanusiaan sebagaimana mars PMI, yakni bersumber pada kasih, setiap orang bertemu untuk menyatakan kasih sayang sesama manusia. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak perlu takut datang ke PMI karena adanya bulan dana PMI.

“Tidak perlu takut datang ke PMI karena dimintai sumbangan karena yang kita kedepankan itu kemanusiaan,” ujarnya.

Untuk diketahui Coffee Morning merupakan salah satu kegiatan dalam Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang yang diikuti oleh puluhan perwakilan perusahaan yang ada di kota Semarang melalui Disnaker Kota Semarang.

“Jadi, kegiatan Coffe Morning adalah salah satu cara kami menyapa dunia usaha. Jadi, dunia usaha kalau ingin mengadakan kegiatan itu tidak melulu di donor darah, tapi kegiatan-kegiatan yang terkait penyelamatan manusia,” jelasnya, baru-baru ini.

Terkait target dalam Bulan Kemanusiaan, ia tidak menekankan pada penggalangan donasi, melainkan menanam bibit pemerhati kemanusiaan.

“Mentransfer nilai-nilai kemanusiaan 10-15 tahun kedepan,” ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan, PMI harus tetap eksis pada saat tidak ada insiden atau bencana, melalui program-program kemanusiaan.

“Saat tidak ada insiden, maka fokus kita pada anak agar tidak salah arah pada nilai kemanusiaan mereka,” pungkasnya.

Salah satu perwakilan perusahaan yang hadir, Hartono Widodo selaku HRD PT. Giomed Indonesia, mengakui Bulan Kemanusiaan merupakan terobosan menarik untuk mengenal PMI lebih dari sekedar yang diketahui masyarakat umum.

“Menurut saya sangat menarik sekali dan lebih mengenal untuk semua kalangan,” kata Hartono.

Terlebih, kalangan dunia usaha yang bisa mendengar langsung paparan program kegiatan dalam Coffee Morning, sehingga pihaknya menjadi lebih paham tentang gerakan kepalangmerahan. Sebab, selama ini hanya bekerjasama dalam kegiatan donor darah, dan mengikuti sosialisasi kesehatan pencegahan kanker serviks.

“Untuk saat ini kan yang diundang kalangan industri, dan kami lebih tahu, setidaknya (PMI) lebih berinovasi, ternyata PMI tidak hanya sekedar hanya berurusan pada donor darah saja, akan tetapi ada hal-hal lain terkait dengan mungkin tanggap bencana, pelatihan-pelatihan seperti itu,” paparnya. (HS-06)

 

Ganjar Pranowo Silaturahmi dengan Masyayikh Se-Indonesia di Rembang

Satu Poin Berharga Dari Sleman