in

Cari Solusi agar Panen Tebu terserap, APTRI Blora Gandeng Pabrik Gula Pakis Baru

APTRI Blora dan Pebrik Gula Pakis, belum lama ini menggelar pertemuan di Cafe Kuma, Jl Bhayangkara Gang Perdamaian, Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, berupaya menggandeng Pabrik Gula Pakis Baru dari Kabupaten Pati, untuk bisa menyerap tebu petani Blora, yang biasanya diserap oleh PT GMM.

Upaya menjalin hubungan dengan Pabrik Gula Pakis Baru dari Kabupaten Pati tersebut dilakukan Ketua APTRI Kabupaten Blora, H Sunoto, belum lama ini, dengan  menggelar pertemuan di Cafe Kuma, Jl Bhayangkara Gang Perdamaian, Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan / Kabupaten Blora.

Tujuan diselenggarakan agenda tersebut, untuk mencari terobosan dan solusi terhadap penyerapan hasil panen tebu 2026 para petani di Kabupaten Blora yang dalam bulan Mei 2026 sudah memasuki panen tebu.

Apa yang diinisiasi oleh pengurus APTRI Blora menunjukkan bahwa peran dari pihak manajemen PT GMM Bulog sudah tidak berjalan lagi ikut “cawe-cawe” memberi solusi dalam mengatasi penyerapan hasil panen tebu petani pada musim giling 2026, alias tidak sesuai dengan komitmen yang pernah diucapkan oleh Dirut Perum Bulog pada saat bertemu dengan para petani tebu pada tanggal 3 April 2026 di markas perjuangan petani tebu Tinapan, Todanan, Blora.

H Sunoto dalam mengawali sambutannya, dia bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Agung dan terima kasih kepada pihak Pabrik Gula Pakis Baru yang telah hadir di Kabupaten Blora yang siap membantu untuk melakukan penyerapan tebu dari Kabupaten Blora supaya jangan sampai terjadi lagi musibah seperti pada masa giling 2025: “Tebu dari para petani tidak tertebang sampai masa giling tebu berakhir”.

Sehingga para petani tebu mengalami trauma yang sangat mendalam; hutang mereka semakin menumpuk, bingung bagaimana harus membayar hutang di bank.

Namun di sisi yang lain, aneh pihak manajemen pabrik gula PT GMM tak ada ikhtiar untuk ikut membantu beban penderitaan para petani akibat giling tebu diberhentikan secara mendadak dan sepihak akibat dua buah boiler yang mengalami rusak berat.

Sunoto meminta agar dijelaskan secara gamblang mekanisme penyerapan tebu dengan pembelian sistem bagi hasil, berapa harga pembelian gula, dan kapan akan dilaksanakan buka giling 2026.

Sementara penjelasan dari pihak Pabrik Gula Pakis Baru oleh Pramono Sidik (Kabag Tanaman), dilengkapi oleh Nur (Sinder Wilayah), Indri (Bagian Riset), dan Arief (PPL Andalan).

Penjelasan secara keseluruhan pada prinsipnya pihak manajemen Pabrik Gula Pakis Baru ikut prihatin atas musibah yang terjadi di Pabrik Gula PT GMM Bulog. Pramono Sidik mengungkapkan bahwa pihak manajemen Pakis Baru siap membantu penyerapan tebu hasil panen petani 2026 di Kabupaten Blora dengan mekanisme dan harga sesuai kebijakan yang diputuskan oleh pihak manajemen.

Rencana giling 2026 akan dilaksanakan besok pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Diawali kegiatan FMPG (Forum Musyawarah Pabrik Gula) besok pada hari Rabu, 6 Mei 2026 dan pihak pengurus APTRI Blora juga akan diundang. Dalam kegiatan FMPG akan merembuk dan membahas berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan giling 2026 termasuk penetapan nilai harga gula.

Ada sebuah pernyataan positif dari Pramono Sidik bahwa kualitas tebu yang berasal dari Kabupaten Blora lebih unggul memiliki potensi rendemen tinggi dibanding kualitas tebu dari kabupaten lainnya.

Ketika acara sambung rasa dibuka, berbagai pertanyaan dan “ngudo rasa” disampaikan oleh pengurus APTRI dan petani tebu, di antaranya dari: Anton Sudibdyo, Hari, Mudo, Agus Joko Santosa, dan Bambang Sulistya.

Pada prinsipnya, berbagai ungkapan yang menjelaskan keunggulan pelayanan yang selama ini telah dilakukan oleh pihak manajemen Pabrik Gula Pakis Baru baik terhadap para petani tebu maupun terhadap para pengurus APTRI.

Penjelasan dari utusan pihak pabrik gula yang gamblang dan transparan memberi kesan positif dan penuh nuansa pola kerja secara profesional.

Bahkan siap membangun komunikasi yang ramah lingkungan dan kerjasama yang bersifat simbiosis mutualisme (saling menguntungkan).

“Semoga kiprah APTRI untuk menghadirkan pihak pabrik Gula dari Kabupaten di luar Kabupaten Blora membuahkan hasil dalam jangka pendek dapat membuat petani memiliki harapan bahwa masa giling 2026 Nasib mereka harus lebih baik dari pada masa giling 2025,” harap pengurus APTRI Blora. (HS-08)

 

 

BPBD Rembang Siapkan Antisipasi Kekeringan, Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

595 Calon Haji Karanganyar Siap Berangkat, Bupati Tekankan Kesehatan dan Persiapan