HALO SRAGEN – Bupati Sragen, dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengajak semua pihak, termasuk masyarakat di Sragen, untuk tetap mewaspadai dan ikut aktif berupaya menghentikan penyebaran kasus HIV AIDS.
Ajakan Bupati Sragen itu disampaikan bersamaan dengan Peringatan Hari AIDS di Kabupaten Sragen, yang dilaksanakan di Ruang Sukowati Setda Sragen, baru-baru ini.
“Saya mengajak para generasi muda, instansi pemerintah, swasta, LSM serta seluruh masyarakat Sragen, untuk bersama-sama berupaya menghentikan pertambahan kasus HIV AIDS di Sragen. Semua harus saling bersinergi supaya tidak ada lagi pertambahan kasus HIV AIDS dapat lebih efektif,” kata Yuni, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Dalam kesempatan itu pula Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) bersama Baznas Sragen menyerahkan bantuan pendidikan senilai Rp 500.000 per anak dan bantuan makanan tambahan kepada 30 anak di Sragen.
Bupati menjelaskan, berdasarkan data, di Sragen terdapat sebanyak 1.712 orang dengan HIV AIDS (ODHA) dan banyak di antaranya adalah tergolong kelompok usia produktif 20-49 tahun.
Dengan pemahaman yang komprehensif, kita akan tahu bagaimana sebenarnya penyebaran HIV AIDS.
Sehingga di masyarakat kita tidak akan muncul kekawatiran berlebihan terhadap HIV AIDS.
Ketidaktahuan tentang HIV AIDS, justru akan berakibat negatif khususnya bagi penderita AIDS.
“Selama ini kita cenderung menyingkirkan mereka dan memberikan stigma negatif kepada meraka. Para penderita AIDS adalah manusia biasa yang butuh empati dan dukungan moral dari lingkungan. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang HIV AIDS maka kita akan menjadi lebih berempati terhadap penderita AIDS. Sehingga secara tidak langsung, kita turut serta meringankan beban penderita HIV AIDS,” tutur Bupati.
Menurutnya kesadaran dan pemahaman tentang HIV/AIDS perlu ditingkatkan. Pihaknya mengapresiasi para pendamping dan aktivis Yayasan Spadi yang terus mendampingi terus para penderita HIV/AIDS.
Termasuk aktivias organisasi perempuan, terutama anggota PKK bisa mengedukasi lingkungan sekitar..
Untuk itu Bupati berharap semua stakeholders untuk bekerja mendeteksi semua potensi penderita HIV/AIDS.
Kalau dulu Gunung Kemukus menjadi lahan utama untuk deteksi kasus, menurutnya, sekarang tak lagi. Gunung Kemukus sekarang bersih dari praktik prostitusi.
Semantara itu, Ketua Harian KPA Sragen, Haryoto, mengatakan pesan kuncinya adalah promosi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dilakukan di semua lini.
“Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan remaja. Selain itu, menggerakan perempuan dan remaja aktif dalam pencegahan dan meningkatkan keseteraan dan pelayanan tes dan pengobatan HIV/AIDS,” kata dia. (HS-08)