in

Bupati Boyolali Mewisuda 90 Lansia dari Kecamatan Simo dan Tamansari

Wisuda 90 warga lanjut usia di DP2KBP3A Kabupaten Boyolali. (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali, belum lama ini menggelar acara wisuda bagi 90 warga lanjut usia (lansia), di aula kantor perangkat daerah tersebut.

Para lansia yang diwisuda, dari Kecamatan Simo dan Tamansari itu, sebelumnya telah mengikuti sekolah lansia selama tiga bulan, sejak Juni hingga Agustus lalu.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, Ratri Salasatul Survivalina, menjelaskan melalui kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), diadakan sekolah lansia.

Sekolah ini bertujuan untuk mendayagunakan lansia supaya tetap sehat, tangguh dan mandiri.

Adapun jumlah lansia dari BKL ‘Melati Simo’, sebanyak 30 orang dan 60 orang dari BKL ‘Sehat Tamansari’.

Kurikulum yang diberikan cukup lengkap, seperti kesehatan, gizi lansia, penanganan stress untuk penguatan mental dan psikologi, keagamaan dan keterampilan khusus. Anggaran yang dipergunakan untuk menyelenggarakan sekolah lansia tersebut berasal dari anggaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah.

“Karena kalau tidak dikelola dengan baik, lansia itu akan menjadi beban bagi masyarakat sekitar atau keluarganya. Tapi kalau mereka tetap dilatih menjadi sehat dan mandiri, maka ini menjadi aset yang bagus untuk negara, karena dengan sehat dan mandiri mereka tidak akan membebani kemudian malah bisa lebih produktif sehingga malah bisa membantu dalam berbagai hal,” kata Lina, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Sementara itu Ketua Pokja Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Harlin Is Ambarwati, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sekolah lansia, hingga wisuda di Kabupaten Boyolali ini.

Ia berharap kegiatan sekolah lansia ini dapat disambut baik dan mendapat dukungan dari pemerintah, pemerintah desa, lembaga terkait, swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat setempat.

“Semoga banyak manfaat yang dapat diperoleh serta dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari,” katanya.

Senada, Bupati Boyolali, M Said Hidayat yang mewisuda para lansia mengapresiasi semangat mereka yang masih mau belajar.

Pihaknya mengajak para lansia untuk selalu bersyukur atas umur panjang dan nikmat sehat yang masih bisa mereka nikmati.

“Semoga setelah diwisuda ini menjadi sarjana lansia yang terus membagikan ilmunya setelah sekolah, tetaplah tanamkan semangat kita, kita bangun Boyolali bersama Bupati bersama para lansia Boyolali dengan semangat Boyolali Metal,” kata dia.

Usai menyampaikan sambutan, orang nomor satu di Boyolali itu mewisuda satu – persatu lansia dengan memindahkan tali toga. Prosesi wisuda diakhiri dengan foto bersama Bupati Said dengan para lansia yang telah diwisuda.

Salah seorang lansia yang telah diwisuda dengan usia tertua berasal dari Kecamatan Simo, Najari menceritakan pelajaran yang didapat dari sekolah lansia. Ia mengaku belajar materi tujuh dimensi lansia tangguh yakni spiritual, sosial, emosional, fisik, intelektual, profesional dan kejuruan, serta lingkungan. Kelak ia akan menyalurkan ilmu yang didapatnya kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.

“Lansia mandiri adalah segala sesuatunya tidak tergantung pada orang lain, resepnya doa supaya diberi kesehatan jasmaniah rohaniah dan diberi rizki yang cukup.” ungkap pria yang sudah berusia 82 tahun tersebut. (HS-08)

PSIS Targetkan 3 Poin di Kandang Persikabo

Puan Maharani Dorong Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Pangan