HALO BLORA – Pemkab Blora terus berharap agar program peternakan modern terpadu, dari hulu ke hilir di Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, bisa segera terwujud dan berhasil.
Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman, saat mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) PT Andini Blora Gama Sejahtera (ABGS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, Bupati Blora Arief Rohman didampingi Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.
“Pemkab berharap program peternakan modern di Megeri itu berhasil. Sehingga nantinya bisa untuk percontohan, di copy paste ke beberapa daerah di Blora yang memang potensi. Jadi 15 kecamatan lainnya kita dorong untuk itu nantinya,” ungkap Bupati Blora, seperti dirilis blorakab.go.id.
Menurut Arief Rohman, tidak hanya peternakan, sektor-sektor lain yang mampu mendukung peternakan terpadu juga akan terus didorong.
“Mimpi kita dari hulu ke hilir, mulai dari pakan, penggemukan, bahkan bisa sampai ke pengolahannya. Pengolahan menjadi mungkin nugget sosis kita bayangkan sampai di sana. Agar masyarakat di sekitarnya bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” kata dia.
Soal infrastruktur di Megeri, Bupati Arief mengatakan Pemkab berkomitmen untuk memperbaiki. Dikemukakan saat ini Pemkab masih menunggu Proyek Strategis Nasional Bendungan Gerak Karangnongko.
“Tentunya infrastruktur masih kita galakkan. Untuk infrastruktur di Megeri, ini kami masih menunggu Bendung Gerak Karangnongko. Takutnya kita mulai pembangunan jalan malah terkena bendungan,” kata dia.
Diketahui, Blora akan membangun peternakan sapi modern terpadu dari hulu ke hilir.
Penandatanganan kerja sama operasional atau KSO, antara PT. Andini Blora Gama Sejahtera (ABGS) dan Universitas Gajah Mada (UGM) telah dilakukan.
Bupati Arief Rohman berharap, nantinya program peternakan modern terpadu dari hulu ke hilir di Desa Megeri, Kecamatan Kradenan ini bisa segera terwujud dan berhasil, sehingga bisa menjadi percontohan.
Yang menjadi sentral percontohan, mulai dari pakan dan sebagainya di lahannya UGM seluas 300 hektare.
Saat ini UGM mempunyai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM.
Berada di wilayah Blora dan Ngawi dengan luasan hampir 11 ribu hektare. Harapannya, hal itu bisa memberi manfaat untuk masyarakat di kawasan KHDTK. Sebab di sekitar kawasan masih banyak desa yang tergolong miskin dan perlu pendampingan. (HS-08).