in

Buka Gerai ke-20 di Semarang, Lapis Kukus Lawang Sewu Perkuat Posisi Sebagai Penyedia Produk Kuliner Lokal

Para pengunjung gerai Lapis Kukus Lawang Sewu di Jalan Majapahit Nomor 185, Gayamsari, Kota Semarang.

HALO BISNIS – Lapis Kukus Lawang Sewu telah membuka gerai ke-20 di Jalan Majapahit Nomor 185, Gayamsari, Kota Semarang, menandai ekspansi terbaru dari merek oleh-oleh khas daerah ini. Pembukaan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia produk kuliner lokal, di tengah pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang makanan dan minuman di Jawa Tengah.

Gerai baru tersebut tidak hanya menawarkan varian lapis kukus andalan, termasuk rasa klasik seperti original dan inovasi seperti black forest, tetapi juga menyertakan produk pendukung seperti Ganjel Rel Stim—sebuah camilan tradisional berbasis singkong yang ikonik di Semarang—serta Roti Mungil dan beragam barang dari UMKM setempat.

Konsep gerai ini mengadopsi pendekatan one-stop shopping, yang memungkinkan pengunjung memperoleh berbagai oleh-oleh dalam satu lokasi, dengan penekanan pada bahan alami dan kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan produk UMKM, sebagaimana terlihat dalam kemitraan mereka dengan pelaku usaha kecil di Semarang, yang bertujuan untuk memperkaya ragam pilihan sambil mendukung ekonomi daerah.

Pembukaan gerai diwarnai dengan kegiatan promosi, termasuk penawaran beli satu gratis satu untuk produk lapis kukus pada hari pertama, serta sesi pencicipan makanan yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung berbagai varian. Acara ini menarik perhatian warga lokal dan wisatawan, mencerminkan minat masyarakat terhadap produk kuliner autentik yang mudah diakses.

Kepala Penjualan Lapis Kukus Lawang Sewu, Eko Kurnia menyatakan, pihaknya menghadirkan gerai Majapahit sebagai pusat oleh-oleh baru yang lengkap dan mudah diakses.

“Lebih dari sekadar lapis kukus, kami ingin mengangkat kekayaan kuliner Semarang melalui Ganjel Rel Stim, Roti Mungil, dan produk UMKM lokal. Kami berharap gerai ini menjadi destinasi favorit bagi mereka yang mencari oleh-oleh autentik,” katanya, Sabtu (27/9/2025).

Salah seorang pengunjung, Serly Putri (24) mengatakan, dia sering melewati Jalan Majapahit, sehingga kehadiran gerai ini memudahkan dia untuk mampir membeli camilan. “Varian produknya beragam, rasanya berkualitas, dan harganya terjangkau,” paparnya.

Tanggapan semacam ini mengindikasikan bahwa lokasi strategis gerai di kawasan yang ramai lalu lintas dapat meningkatkan aksesibilitas bagi konsumen sehari-hari.
Sejak didirikan pada 2021, Lapis Kukus Lawang Sewu telah berkembang menjadi salah satu ikon oleh-oleh Semarang, dengan fokus pada bahan alami dan kualitas produksi.

Saat ini, perusahaan mengoperasikan 20 gerai di titik-titik strategis kota, termasuk di Banjarsari, Tlogosari, dan kini Jalan Majapahit. Ekspansi ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat rantai pasok lokal, di mana produk UMKM seperti camilan tradisional Semarang menjadi bagian integral dari penawaran mereka.

Pembukaan gerai ini terjadi di tengah tren positif pertumbuhan UMKM kuliner di Semarang, yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Menurut studi kasus terbaru, UMKM di sektor makanan dan minuman di Kota Semarang menyumbang sekitar 22 persen dari pendapatan daerah, meskipun menghadapi tantangan seperti persaingan digital dan fluktuasi bahan baku.

Acara seperti Festival Kuliner Semarang 2025, yang sukses meningkatkan omset UMKM dan menarik ribuan pengunjung, menunjukkan bagaimana inisiatif semacam ini mendorong pariwisata kuliner lokal. Di tingkat nasional, pertumbuhan UMKM Indonesia di bidang oleh-oleh diproyeksikan terus meningkat pada 2025, didorong oleh peningkatan wisata domestik dan platform digital, meskipun dibutuhkan strategi adaptasi untuk menjaga daya saing.

Dalam konteks lebih luas, ekspansi Lapis Kukus Lawang Sewu mencerminkan dinamika sektor kuliner Indonesia, di mana merek lokal semakin menggabungkan tradisi dengan inovasi untuk memenuhi permintaan konsumen yang sadar akan asal-usul produk. Namun, tantangan seperti kenaikan biaya bahan dan persaingan dari produk impor tetap menjadi perhatian bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, pembukaan gerai baru ini tidak hanya merupakan langkah bisnis, tetapi juga kontribusi terhadap ekosistem ekonomi Semarang yang lebih inklusif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, promosi, dan lokasi gerai, dapat mengunjungi situs resmi www.lapiskukuslawangsewu.com, menghubungi WhatsApp resmi di +628112782560, atau mengikuti akun Instagram @lapiskukuslawangsewu.(HS)

Pemerintah Salatiga Luncurkan BayarPas, Bank Jateng Bantu Digitalisasi Pembayaran Retribusi Pasar

Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah di Cilacap Sebut 82,9 Persen Pangan Aman