HALO CILACAP – Mayoritas produk pangan yang beredar di Kabupaten Cilacap dinyatakan aman dikonsumsi.
Hasil pengawasan Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) menunjukkan 82,9 persen dari total sampel yang diuji memenuhi standar keamanan.
Dalam Rapat Koordinasi TJKPD yang dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Teguh Imam Purwanto menyampaikan bahwa dari 310 sampel yang diperiksa, 257 sampel dinyatakan negatif dari paparan zat berisiko.
“Ini menunjukkan sebagian besar produk pangan yang beredar di masyarakat, sudah aman. Meski demikian, kami tetap menemukan sebagian kecil sampel yang masih perlu perhatian,” ujar Teguh, Jumat (26/9/2025), seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Sebanyak 53 sampel (17,1 persen) masih mengandung residu tertentu dalam kadar yang melebihi ambang batas.
Hasil uji mencatat keberadaan zat yang umumnya berasal dari bahan pengawet atau residu pertanian.
Produk dengan temuan paling banyak berasal dari hasil laut awetan, beberapa komoditas pertanian, dan sebagian kecil produk olahan.
Menurut Teguh, temuan ini menjadi dasar untuk langkah pembinaan dan pengawasan lebih lanjut kepada pelaku usaha serta edukasi bagi masyarakat.
“Fokus kami adalah memastikan semua produk pangan ke depan semakin aman, apalagi untuk mendukung program makan bergizi gratis,” katanya.
Mulai dari Pasar
Untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar aman bagi anak-anak, TJKPD melakukan beberapa langkah.
Pertama, memperketat uji sampel pangan secara berkala di pasar tradisional, pusat distribusi, hingga dapur penyedia MBG.
Kedua, meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan agar rantai pasok pangan untuk sekolah lebih terjamin.
Pemerintah daerah mendorong petani lokal agar menanam komoditas yang dibutuhkan sekolah, seperti sayuran segar dan buah, sehingga pasokan lebih terjamin dan mengurangi ketergantungan dari luar daerah.
“Kami ingin pangan yang masuk ke dapur MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, segar, dan berasal dari petani Cilacap sendiri,” kata Teguh.(HS-08)