HALO KENDAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal melaksanakan pelatihan mitigasi bencana kepada ratusan siswa SD Negeri 1 Langenharjo, Senin (10/10/2022).
Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa sekolah dasar untuk tanggap bencana.
Sebanyak seratus siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN 1 Langenharjo serius untuk mendengarkan pemaparan materi dari petugas di Kantor BPBD Kendal tersebut.
Selain itu, kepada para siswa petugas BPBD juga memperkenalkan peralatan yang digunakan dalam penanggulangan bencana.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Untung Tripuji mengatakan, para siswa mendapat materi tentang pengenalan kebencanaan, dasar-dasar penanggulangan bencana, dan alat-alat kebencanaan.
“Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana,” terangnya usai acara.
Tripuji menjelaskan, pengenalan kebencanaan kepada siswa ini penting dilakukan. Terlebih saat ini di sekolah juga diajarkan pendidikan aman bencana.
Dirinya berharap, dengan pelatihan mitigasi bencana ini, para siswa tidak panik jika nantinya menghadapi bencana alam.
“Untuk pelatihan kali ini, para siswa tidak kami ajak untuk melakukan praktek. Hanya pengenalan kebencanaan dan peralatan penanggulangan bencana saja,” jelasnya.
Sementara itu, Indaka Fauziah, guru SDN 1 Langenharjo mengatakan, pelatihan mitigasi bencana kepada siswanya ini sangat perlu.
Karena menurutnya, dengan pelatihan ini bisa memberikan pemahaman kepada siswa untuk sigap dan tanggap menghadapi bencana.
“Kegiatan ini sangat bagus, dan bisa menjadi ilmu baru buat para siswa. Apalagi di sekolah kami jadi langganan banjir saat musim hujan. Jadi anak-anak bisa tau dan paham untuk pencegahan terjadinya banjir,” ungkap Indaka.
Sementara itu, Kiyanti, siswa kelas 6 mengaku senang bisa mengikuti pelatihan mitigasi bencana.
Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan ini, dirinya menjadi tau tentang bencana apa saja yang biasa terjadi di wilayah Kabupaten Kendal.
“Iya seneng. Jadi bisa tau kalau di Kendal itu ada bencana longsor, banjir, pohon tumbang. Jadi bisa tau juga, bagaimana cara menghadapi bencana alam,” ujarnya. (HS-06)