in ,

Bertengger di Urutan Kelima, Sejumlah Prestasi Ditorehkan Atlet Jateng di Arena PON 2024

Para atlet dan official cabor wushu Jawa Tengah di ajang PON XXI Aceh - Sumut.

HALO SEMARANG – Kontingen Jawa Tengah dengan kekuatan 758 atlet di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini telah berhasil meraup 71 medali emas, 74 perak, dan 115 perunggu, serta bertengger di urutan kelima, atau naik satu trip dibanding PON XX Papua 2021 yang berada di posisi keenam dengan 27 emas, 47 perak, dan 64 perunggu.

Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana menyebut, raihan emas di PON Aceh-Sumut adalah capaian emas terbaik dalam dua dekade atau 20 tahun terakhir.

“Perolehan 71 emas Jateng di arena PON 2024 melejit dibanding lima PON sebelumnya, di mana pada PON Sumsel 2004 mampu mengemas 56 keping emas, Kaltim 2008 53 keping, Riau 2012 47 keping, Jabar 2016 32 keping dan Papua 2021 27 keping,” ujarnya dalam rilis, Senin (30/9/2024).

Bona menilai, lompatan emas ini tak bisa dilepaskan dari kekompakan, kesolidan dan fokus kontingen sejak persiapan hingga masa pertandingan PON XXI. Apalagi support Pemprov Jateng melalui Pj Gubernur Nana Sudjana dan semua elemen terkait juga tinggi.

”Jalinan kesolidan dan kekompakan semua lini ini  yang harus tetap kita jaga dan rawat agar PON berikutnya kita mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Di balik kesuksesan mendulang 71 emas, ada sejumlah cabang telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kontingen Jateng. Enam dari cabang unggulan Jateng di PON XXI, berhasil memenuhi target, bahkan melewati target seperti wushu yang memborong tujuh emas, menembak dengan lima emas, dan taekwondo yang mendapat empat emas.

Ada juga cabang  kategori  unggulan kedua (ditarget 2 emas) dan IIIA  (target 1 emas) yang melampaui target seperti sepatu roda, sepak takraw yang meraih tiga emas, serta bulutangkis yang secara spektakuler merebut lima dari tujuh emas yang disediakan.

Pencapaian wushu dan bulutangkis termasuk istimewa dan bersejarah. Di cabang wushu misalnya, baru pada PON kali ini mampu menggapai emas terbanyak yaitu tujuh keping, dan mengembalikan tradisi emas nomor taolu (peragaan jurus) melalui atlet putri Alexandra Calista Setiawan yang sempat hilang selama empat PON (2008-2021).

Sedangkan enam emas wushu lainnya, dipersembahkan atlet nomor sanda (pertarungan) yaitu Bayu Peni Hendrasswari (48 kg pi), Tharisa Dea Florentina (52 kg pi), Gita Ariesta (56 kg pi), Thania Kusumaningtyas (60 kg pi), Yusuf Wisiyanto (56 kg pa), dan Puja Riyaya (75 kg pa).

Demikian pula cabang bulutangkis, yang ditarget satu keping emas, namun justeru mampu tampil sebagai juara umum dengan lima emas. Prestasi bersejarah diukir Richie Duta Richardo dkk dan Sausan Dwi Ramadhani dkk yang mampu mengawinkan gelar juara beregu putra dan putri, serta tunggal putra dan putri PON.

Sejumlah cabang juga mengalami momen spesial di multieven paling prestius di negeri ini, seperti selam, golf, voli pantai, jujitsu, woodball, dan paralayang.

Cabang selam Jateng di PON XXI Aceh-Sumut 2024 mencatatkan sejarah dengan meraih emas pertama kali selama lima kali keikutsertaan. Emas satu-satunya disumbangkan oleh Andi Junaidi yang tampil di kategori selam laut nomor orientasi bawah air (OBA) nomor M course putra yang dilangsungkan di Pelabuhan LTC 1, BPKS Sabang, Rabu 18 September 2024.

Cabang golf mengukir sejarah, setelah sekian lama tampil di PON tanpa medali, namun secara mengejutkan meraih emas di PON 2024. Pegolf Amadeus Christian dan Nicolas Angga meraih podium pertama pada nomor foursome putra di  Padang Golf Royal Sumatera, Medan, Senin (16/9). Amadeus/Angga meraih total angka 136 (8 di bawah par).

Jejak selam dan golf juga diikuti tim voli pantai. Tampil di Pantai Indah Situngkir (PIS), Kabupaten Samosir, Sumut pada Rabu (18/9), pasangan Jateng Dela Novitasari dan Devi Melinda Novitasari meraih medali emas pertama Jateng.

Kejutan juga ditorehkan cabang jiujitsu Jateng yang mampu meraih medali emas di arena PON Aceh Sumut 2024. Jiujitsu Jateng sebenarnya cabor yang tidak diperhitungkan mendapatkan medali emas, sebab ini adalah cabor baru.

Namun, fighter putri Nur Esa Sofiana menjawab semua keraguan dengan meraih emas nomor fighting -62 kg putri setelah di laga final menaklukkan wakil dari Banten Ivo Junua Rahmatin dengan skor telak 11-1. Jujitsu juga menyumbangkan perunggu lewat Muhammad Masrokhan di kelas -77 kg.

Kejutan juga terjadi di cabang kempo, ketika kenshi Graciana Tati Oematan berhasil menyumbang emas. Graciana yang tampil di nomor randori kelas 50-55Kg, berhasil menggamit emas usai mengalahkan wakil asal NTT, Aurelia Belmo di partai final.

Medali emas ini membanggakan bagi  tim Kempo Jateng yang sebenarnya datang ke PON kali ini sebagai cabor non unggulan. Bahkan kempo Jateng masuk dalam kategori Lini 3B, yakni ditarget cukup hanya meraih satu medali.

Tim Woodball Jateng juga tampil sensasional pada PON dengan menjadi juara umum. Woodball Jateng menjadi juara umum dengan menyabet tiga medali emas dan empat perunggu.  Emas di tiga nomor pertandingan yakni single stroke putra, double stroke putra, dan double stroke putri.

Kejutan juga dibukukan kontingen paralayang Jateng yang memastikan diri menjadi juara umum dengan capaian tiga emas dan satu perak.

Emas untuk Jateng diperoleh dari nomor ketepatan mendarat tandem beregu, ketepatan mendarat perseorangan putri, ketepatan mendarat beregu putri. Sedangkan satu perak melalui ketepatan mendarat tandem perseorangan. (HS-06)

 

Pasca Masa Sanggah, 1.690 Pelamar CPNS Kota Pekalongan Tahun 2024 Berhak Ikut SKD

Program “Pesantren Obah” Ala Gus Yasin Jadi Solusi Tangkal Aksi Tawuran