HALO KUDUS – Bupati Kudus, Hartopo mengatakan akan mendukung latihan sejumlah atlet, termasuk di antaranya Safira Dwi Meilani, pesilat asal kota kretek tersebut, untuk terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Hal itu disampaikan Bupati Kudus, Hartopo, ketika menyambut Safira Dwi Meilani, di Pendopo Kabupaten Kudus, baru-baru ini.
Dia mengapresiasi prestasi pesilat asal Kudus ini, yang telah berhasil merebut medali emas, dalam The 19th World Pencak Silat Championship 2022, di Malaka, Malaysia.
“Sangat luar biasa. Safira mengharumkan Kabupaten Kudus di kompetisi pencak silat tingkat dunia,” kata dia, dalam press release melalui laman resmi Pemkab Kudus.
Hartopo mengatakan Safira menjadi inspirasi dan pelecut bagi atlet lain di Kabupaten Kudus, sehingga dapat mengikuti jejak gemilangnya.
Dia juga menyatakan akan terus mendukung pengembangan latihan Safira, agar terus berprestasi di kompetisi-kompetisi mendatang.
“Pemerintah Kabupaten Kudus, akan selalu mendukung Safira, sehingga bisa terus berprestasi,” paparnya.
Tak hanya Safira, fasilitas dan dukungan optimal juga diberikan Hartopo untuk atlet lain asal Kudus. Dirinya meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, untuk memaksimalkan latihan dan manajemen, sehingga bisa meraih hasil terbaik.
“Tugas kami memfasilitasi. Tinggal keaktifan KONI untuk memanajemen atlet sehingga bisa berlatih dan berkompetisi dengan maksimal,” ucapnya.
Disinggung persiapan menjadi tuan rumah dalam Porprov 2023, Hartopo sedang berkoordinasi aktif bersama KONI dan Disdikpora Kudus.
Pihaknya juga akan memaksimalkan putra daerah untuk berkompetisi dalam Porprov tahun depan.
“Kami sedang berkoordinasi dengan KONI terkait persiapan para atlet dan persiapan venue bersama Disdikpora,” imbuhnya.
Sementara itu, pesilat Safira Dwi Meilani menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kudus.
Dukungan tersebut akan menjadi motivasi baginya untuk terus berprestasi.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungannya. Ini jadi penyemangat saya untuk lebih berprestasi,” ujarnya.
Setelah ini, atlet asal Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati itu akan langsung mempersiapkan diri, menghadapi kompetisi ajang Paris Open dan SEA Games 2023. Dengan semangat, Safira menargetkan medali emas.
“Target, berharap selalu dapat emas. Apapun nanti hasilnya yang penting selalu berdoa dan berusaha maksimal, serahkan semuanya pada Allah,” ungkapnya.
Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan bonus sebesar Rp 40 juta kepada Safira Dwi Meilani. Bonus tersebut untuk mengapresiasi raihan emas Safira di ajang pencak silat tingkat dunia. (HS-08)