in

Beri Nasihat pada Peserta Nikah Massal di Istiqlal, Menag : Peran Makcomblang Sangat Penting

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi nasihat pada para pengantik dalam acara nikah massal di Istiqal, Sabtu (28/6/2025). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG –  Sebuah pesan unik disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar, pada saat memberikan nasihat kepada 100 pasangan nikah massal di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (18/6/2025).

Menurut Menag bagi yang belum memiliki pasangan, peran makcomblang sangat penting

“Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Maka siapa yang sudah siap, segerakanlah menikah. Dan bagi yang belum memiliki pasangan, peran makcomblang sangat penting. Itu pekerjaan yang mulia, bahkan pahalanya bisa setara dengan membangun masjid,” kata Menag, ketika memberikan nasihat kepada 100 pasangan nikah massal di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (18/6/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharram di Masjid Istiqlal.

Lebih lanjut Menag mengingatkan bahwa menikah adalah bagian dari ajaran Rasul dan juga sunatullah.

“Pernikahan adalah mitsaqan ghalidzan, perjanjian yang suci dan penuh berkah. Yang hadir dalam akad ini bukan hanya manusia, tetapi juga malaikat dan jin, sebagaimana dalam kisah pernikahan Nabi Adam dan Hawa,” kata Menag dalam sambutannya.

Mengutip Syekh Mutawali al-Arabi, Menag menggambarkan bahwa konflik dalam rumah tangga bersifat dinamis, karena itu perlu saling mengerti dan memahami.

“Contohnya kalau konflik antartetangga bisa berlangsung lama, tapi konflik dalam rumah tangga biasanya cepat reda. Pagi bisa ada salah paham, malam sudah jadi pengantin baru lagi. Seperti karet, hubungan suami-istri itu lentur dan saling memaafkan,” kata Menag, seperti dirilis kemenag.go.id.

Pada kesempatan ini, Menag juga menyampaikan bahwa pasangan yang menikah akan mendapatkan bantuan modal usaha, minimal Rp2,5 juta per pasangan.

Bantuan modal usaha ini disponsori Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Selain itu, Kemenag juga menyediakan fasilitas kamar hotel serta bimbingan pasca-akad.

Ia juga menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi. Menurutnya, pernikahan yang sah harus dicatat negara agar anak-anak yang lahir dapat memperoleh hak-hak administratif, mulai dari kartu keluarga, akta kelahiran, hingga paspor.

“Pencatatan ini penting. Hari ini, negara langsung hadir memfasilitasi pencatatan nikah. Ini juga bagian dari upaya kita memenuhi rukun Islam kelima,” tegasnya.

Menag menyampaikan rencana Kemenag untuk terus melanjutkan program serupa. “Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan nikah massal untuk minimal 1.000 pasangan di seluruh Indonesia. Bersyukurlah, karena pernikahan Bapak/Ibu disponsori dan penuh keberkahan,” tandasnya.

“Jangan malu mengikuti nikah massal. Yang penting sah secara agama dan negara, dan insyaAllah penuh berkah. Setelah akad, tanggung jawab kita tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikan diri kita bidadari bagi pasangan masing-masing,” tutup Menag. (HS-08)

Hadiri Nikah Massal di Masjid Istiqlal, Menag : Akan Dilanjutkan di Provinsi Lain

Lebih 2.000 Gen-Z Meriahkan Peaceful Muharam Bareng Kemenag