in

Berfokus Pengembangan Toko Ritel Offline, Ini Tiga Produk MR DIY yang Paling Diburu Pelanggan

Seorang anak salah satu pengunjung tengah asyik menyusun permainan interaktif di acara kampanye Bazaar Inspirasi MR.DIY yang digelar di lantai dasar Java Mall Semarang, pada Jumat-Minggu (4-6 Juli 2025).

HALO SEMARANG – Di tengah hingar bingar gaya belanja masyarakat yang makin dimanjakan oleh marketplace diakui telah menggerus kunjungan konsumen di toko konvensional atau offline. Namun, disisi lain gencarnya perubahan gaya hidup itu tak membuat semua pelanggan untuk beralih belanja online. Sebab, selain membeli produk, sebagian masyarakat ingin mendapatkan pengalaman seru maupun sebuah inspirasi dengan membeli langsung di sebuah toko.

Seperti salah satu toko ritel yang menawarkan perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari yakni MR.DIY. Karena produk yang ada di toko tersebut tak hanya banyak pilihan, tapi juga berkualitas dan harga yang bersaing.

Salah satu pelanggan, Adit (24) warga Semarang mengatakan, bahwa toko MR.DIY selalu menjadi tempat pertama saat ingin mencari kebutuhan rumah tangga. Adit mengaku, jika kerap datang ke MR.DIY karena semuanya tersedia.

“Memang pilihan pertama bila cari perabotan rumah tangga karena disini apapun ada. Lalu barangnya pun berkualitas dan terjangkau apalagi kebetulan pas ada bazaar inspirasi langsung saya datengi. Saya sih beli kitchen set inspirasi jadi chef,” ujarnya, saat ditemui di acara kampanye terbaru atau Bazaar Inspirasi MR.DIY bertajuk Inspirasi buat yang Ada Aja Idenya di Java Mall, Jumat (4/7/2025).

Meski Adit tak rutin mengunjungi toko MR.DIY, tapi jika dirinya butuh peralatan rumah, toko tersebut menjadi jujugan yang pertama.

“Saya orangnya mending melihat langsung barangnya terus saya bawa pulang. Kalau online saya tidak mau nunggu lama, kan barangnya harus nunggu beberapa hari. Mending saya ngelihat, beli dan langsung bisa dipakai sampai di rumah apalagi lagi bener-bener butuh, dan udah urgen banget jadi masih relevan dengan offline,” ungkapnya.

Senada dengan pelanggan lain, Zian juga merasakan hal yang sama, ketika masuk di toko MR. DIY yang tiba-tiba saja melihat barang sepele tapi juga ternyata penting dan dibutuhkan.

“Kalau ke toko MR.DIY seminggu bisa dua kali, dari rumah sudah mengelist kebutuhan apa aja, misalnya perintilan dapur dulu, kayak tatakan buat wajan, dan lainnya,” imbuhnya.

Zian menambahkan, produk yang ditawarkan sangat membantu pelanggan seperti dirinya yang baru saja menikah.

“Jadi butuh untuk melengkapi berbagai peralatan rumah, semuanya ada di sini. Banyak pilihan sesuai kebutuhan kita. Kadang kita melihat produk yang ada, buat punya ide untuk memakainya,” katanya.

Produk yang ada juga membantu dirinya untuk melakukan aktivitas hobinya, yakni berolahraga. ” Ada barbel, skipping memudahkan olahraga di rumah tidak harus ke gym. Pilihan warnanya juga banyak dan menarik,” paparnya.

Menurut Head of Marketing MR.DIY Indonesia, Ria Sutrisno, bahwa tren masyarakat tidak hanya butuh produk tapi bagaimana membuat hari mereka dapat memberikan solusi untuk membuat hari mereka lebih baik, menyenangkan, dan nyaman.

Kami ingin memberikan inspirasi dari hal yang kecil agar menyenangkan dalam keseharian mereka. Selain juga mengajak lebih banyak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai promo menarik dari produk MR.DIY,” terangnya, di sela-sela acara peluncuran Bazaar Inspirasi di Semarang, Jumat (4/7/2025).

Dia menjelaskan, pihaknya masih berfokus pada mengembangkan toko offline di sejumlah wilayah. Sehingga pelayanan dapat menjangkau lebih luas lagi ke masyarakat.

“Memang saat ini belum mengarah ke toko online, kami masih fokus menambah toko offline guna memperluas pangsa pasar di daerah,” bebernya.

Adapun tren produk yang paling diburu masyarakat, ada tiga kategori yakni peralatan rumah tangga atau house wall. Lalu, alat tulis/olahraga dan mainan anak.

“Apalagi di momen anak kembali masuk sekolah, bisa memberikan ide agar menambah semangat belajar dan inspirasi baru. Melalui produk alat tulis dan kebutuhan sekolah yang menarik dan terjangkau, kami ingin membantu para orang tua menciptakan transisi yang positif dan menyenangkan untuk anak-anak tercinta,” pungkasnya. (HS-06)

 

Geger, Pemuda di Semarang Dikabarkan Bakar Diri di Rumahnya, Ibu Peluk Karena Tak Tega

Pendaftaran Magang di Jepang Program Pemprov Jateng Segera Ditutup