in

Belum Ada Krisis Air Bersih, BPBD Temanggung Tetap Siaga Kemarau

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto. (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, hingga awal Juli 2026 ini, mengungkapkan belum warga yang meminta bantuan air bersih. Kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan air di sejumlah wilayah masih relatif aman.

Namun demikian, BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kekeringan yang dapat terjadi pada puncak musim kemarau mendatang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, seperti dirilis temanggungkab.go.id, pada Rabu (8/7/2026) mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, karakteristik musim kemarau tahun ini berada pada kategori lemah hingga moderat.

Kondisi tersebut dinilai lebih ringan dibandingkan kemarau tahun 2023 yang tergolong kuat dan menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih.

Menurutnya, hujan yang masih turun di beberapa daerah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga ketersediaan sumber air masyarakat. Meski demikian, BPBD tidak ingin lengah karena musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan anggaran untuk distribusi air bersih menggunakan mobil tangki apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Pemerintah daerah juga telah menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan musim kemarau yang memuat daftar wilayah rawan kekeringan berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir.

Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD juga tengah menuntaskan proses pemeliharaan tiga sumur bor yang dibangun melalui program CSR di Desa Kembangsari, Klepu, dan Goak.

Setelah masa pemeliharaan selesai, fasilitas tersebut akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan masyarakat.

Data BPBD menunjukkan potensi kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kaloran, Kandangan, Kranggan, Pringsurat, Selopampang, Bejen, Jumo, Candiroto, dan Gemawang. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas pemantauan selama musim kemarau berlangsung.

Dengan belum adanya permintaan bantuan air bersih hingga saat ini, BPBD berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan.

Namun, kesiapsiagaan tetap menjadi langkah utama untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan cepat apabila kekeringan mulai terjadi. (HS-08)

 

 

Pengolahan Sampah di Klaten Naik Level, dari Air Lindi Dijernihkan sampai Tenaga Listrik

Buka Jalan Karier Internasional, Bupati Kebumen Pastikan Kesiapan Siswa di LPKS X-Japan