HALO SEMARANG – Israel Adesanya kali ini akan tampil dengan taktis saat meladeni rival lamanya, Alex Pereira, pada Ultimate Fighting Championship (UFC) 281 di Madison Square Garden, New York, 13 November mendatang.
Adesanya bakal mempertahankan gelar kelas menengah UFC yang sudah dipegangnya sejak 2019.
Sebelumnya, Isarel pernah dua kali bertemu Alex di ajang Kickboxing Glory.
Dalam dua pertarungan itu, Adesanya selalu kalah, satu di antaranya lewat KO.
Kekalahan KO di ronde ketiga itu terjadi pada 4 Maret 2017.
The Last Stylebender, julukan Adesanya, mengambil hikmah dari kekalahan menyakitkan tersebut.
Petarung asal Nigeria ini mengaku terlalu bernafsu dan tidak sabar.
‘’Saya harus mengakui performa Pereira saat itu. Saya kalah karena tidak konsisten dengan gaya saya,’’ ujar Adesanya seperti dilansir dari Sportskeeda.
Belajar dari pengalaman itu, dia mengaku sudah tahu cara menyentuh Poatan (Si Tangan Batu), julukan Pereira, dengan buruk.
‘’Saya harus memvariasikan serangan dan bagaimana bertarung dengan benar,’’ tegasnya.
Adesanya dikenal kuat dalam duel di atas.
Namun, sejak masuk dunia mixed martial arts (MMA), dia juga mempelajari gulat dan jiu-jitsu Brasil.
Selain didampingi pelatih Eugene Bareman, Israel dibantu dua pelatih lagi.
Andrei Paulet memoles gulat, sedangkan jiu-jitsu Brasil ditangani Andre Galvao.
Semua ini dilakukan demi membalas kekalahannya di masa lalu. (HS-06)