HALO SEMARANG – Basarnas mengungkapkan penyebab tenggelamnya kapal nelayan KM. Soneta asal Rembang di perairan Karimunjawa Jepara. Yaitu karena mengalami kebocoran pada lunas kapal pada bagian bawah mesin tempat baling-baling kapal.
Dan ternyata, kapal nelayan yang mengangkut belasan orang itu sudah tenggelam sejak Selasa, (9/7/24). Informasi ini didapatkan dari kesaksian Anak Buah Kapal (ABK) KM. Soneta bernama Nur Nawawi dan Sunardi yang berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan asal Tegal, KM. Bintang Barokah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono mengatakan, KM. Bintang Barokah yang membawa sebanyak 9 ABK KM. Soneta telah sandar pada Sabtu (14/7/24) dinihari pukul 00.05 WIB di Pelabuhan Tegal.
“Kami mendapatkan informasi bahwa kapal tenggelam karena mengalami kebocoran. Saat kejadian juga ombak sedang besar setinggi 2,5 meter dengan angin kencang dan arus deras,” ujarnya, Sabtu (13/7/2024).
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.30 WIB. Insiden bermula ketika para ABK KM. Soneta sedang melakukan penangkapan ikan dan semua ABK beraktivitas sesuai dengan tugas masing-masing.
Namun saat salah satu ABK hendak menyalakan pompa air untuk menguras air di palka belakang, ternyata telah penuh dengan air bahkan sudah membanjiri dek dan ruang mesin sehingga mengakibatkan mesin utama mati.
Mengetahui hal tersebut membuat seluruh ABK panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil barang mudah mengapung seperti jeriken dan lainnya dan terjun ke laut. Tak lama sekira 30 menit akhirnya KM. Soneta benar-benar telah tenggelam.
Para ABK tersebut sempat berusaha tetap bersama selama mengapung, namun akhirnya di hari ketiga beberapa dari mereka terpisah akibat gelombang yang cukup besar.
“Terombang-ambing selama tiga hari tiga malam. Tiga hari setelahnya enam orang ABK berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh kapal nelayan KM. Bintang Barokah yang kebetulan melintas dan hendak pulang ke Tegal,” tuturnya.
Saat KM. Bintang Barokah melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tegal, pukul 13.00 WIB mereka mendapatkan informasi bahwa Kapal Jaring asal Indramayu telah menemukan tiga orang ABK terapung di laut. Dari informasi tersebut KM. Bintang Barokah putar balik menuju ke kapal perikanan asal Indramayu untuk menjemput tiga ABK yang selamat tersebut.
“Melalui radio juga KM. Bintang Barokah mendapatkan informasi jika ada salah satu ABK KM. Soneta, Sutadi, sudah diselamatkan kapal penangkap cumi asal Jakarta, sehingga diketahui ABK yang selamat berjumlah 10 orang,” terangnya.
Saat sudah sadar, ketujuh ABK KM. Soneta di bawa ke RS. Mitra Siaga dan dua ABK lainnya dibawa ke RSI. Harapan Anda Tegal guna pengecekan medis.
“Saat ini tim sedang melakukan pencarian di enam nautikal mil arah barat dan timur LKP dibantu dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Semarang, Karimunjawa, Jepara, dan Rembang serta on-board tiga personil dari Lanal. Cuaca cerah dan semoga usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil,” imbuhnya. (HS-06)