in

Bantu Tanah Kelahiran, Warga Giritirto Kebumen di Jakarta Sumbang Dua Ambulans

Bupati Kebumen Lilis Nuryani, ikut menyaksikan penyerahan mobil siaga bantuan dari Paguyuban Warga Desa Giritirto, kepada Kepala Desa Giritirto, Sugito, Jumat (2/1/2026) di Balai Desa setempat. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Paguyuban Warga Desa Giritirto (Pawagir), Kecamatan Karanggayam Kebupaten Kebumen di Jakarta, bergotong royong meningkatkan layanan kesehatan dengan memberikan bantuan berupa dua unit mobil ambulans siaga.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan Jumat (2/1/2026), di balai desa setempat, dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Ketua Pawagir, Zaenudin mengungkapkan bahwa bantuan ini, merupakan hasil swadaya para perantau asal Giritirto di Jakarta, sebagai bentuk bakti tanah kelahiran.

“Kami ingin membantu warga di Giritirto melalui rezeki yang kami kumpulkan. Alhamdulillah, dua unit ambulans dapat kami serahkan untuk dimanfaatkan masyarakat,” kata Zaenudin, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Ia juga meminta Pemkab untuk membimbing UMKM lokal, seperti produsen oyek dan opak, agar kualitas produk warga semakin meningkat.

Kepala Desa Giritirto, Sugito, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa mobil siaga akan digunakan untuk mempermudah rujukan pasien ke Puskesmas maupun Rumah Sakit.

Sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan keseimbangan alam, dilakukan penebaran 1.500 bibit ikan nilem (Osteochilus vittatus) di Sungai Mondo. Bibit tersebut berasal dari swadaya warga.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) juga memberikan hibah 2.000 ekor bibit nila untuk budi daya warga.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai setelah bibit ditebar.

Ia juga menginformasikan bahwa bibit ikan yang ditebar (nilem) merupakan ikan yang aman dan sering ditebar di perairan umum seperti sungai dan embung karena merupakan ikan asli Indonesia (endemik).

“Menebar benih itu mudah, yang sulit adalah komitmen menjaga ekosistemnya. Saya titip, jangan buang sampah di sungai. Jika ada yang mencemari, tolong segera ditegur. Sungai ini adalah warisan untuk anak cucu kita,” tegas Bupati.

Memasuki tahun 2026, Bupati menyampaikan bahwa meskipun terdapat penyesuaian anggaran dari Pemerintah Pusat, wilayah perdesaan dan perbukitan seperti Karanggayam tetap menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Kebumen.

Pelayanan dasar dan penguatan ekonomi desa akan dipastikan tetap berjalan optimal.

Suasana semakin akrab saat Bupati memberikan kuis berhadiah kepada warga dan mengajak suami, Mohammad Yahya Fuad bernostalgia mengenang masa-masa pembukaan jalan di Desa Giritirto dulu.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan aksi penebaran ikan bersama di Kali Mondo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD Kabupaten Kebumen, pimpinan OPD terkait, Forkopimcam Karanggayam, serta tokoh masyarakat setempat. (HS-08)

 

 

Serahkan SK, Bupati Sragen Tegaskan PPPK Amanat Langsung dari Masyarakat

Angkat Jaran Kepang, Agus Gondrong Masuk Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026